Firasat Keluarga di Hari Meninggalnya Mayor Rohana: Dunia Seolah Runtuh
Kepergian Rohana membawa duka mendalam untuk keluarga.
Mayor (Cpl) Anda Rohana menjadi salah satu dari empat prajurit yang tewas saat ledakan pemusnahan amunisi di Cibalon, Garut. Selain itu, korban lainnya adalah sembilan masyarakat sipil.
Pengakuan Oyib Gunawan, kakak almarhum, adiknya itu sehari-hari berdinas di Jakarta. Namun hari itu, dia pergi ke Garut untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa.
Kepergian Rohana membawa duka mendalam untuk keluarga. Dia mengenal adiknya sebagai sosok berdedikasi tinggi dan terlatih. Tetapi tak disangka menjadi korban ledakan.
"Saya pertama tahu dari temannya. Sekitar jam 12.30 Wib siang. Dia tanya, ‘Oyib tahu enggak Pak Rohana tugas di mana?’ Saya jawab, ‘Siap, di Gupusmu’,” kenang Oyib, Selasa (13/5).
Saat mendengar sang adik sedang bertugas di Pameungpeuk, sebenarnya dia merasa ada yang jangga. Sebab beberapa waktu kemudian, seorang teman lain dari Ambon menghubunginya, menanyakan kabar Rohana—dan di sana lah hatinya mulai tak tenang.
"Saya masih nggak percaya waktu itu. Tapi kemudian Mayor Encang menjelaskan semuanya. Lalu saya buka berita, dan benar saja, nama adik saya tercantum di sana. Saat itu, dunia seolah runtuh,” ucapnya lirih.
Keluarga besar sangat terpukul atas kepergian Rohana. Sosok yang dikenal ramah, rendah hati, dan tak pernah neko-neko selama menjalankan tugas itu, telah pergi untuk selamanya.
“Kami benar-benar syok. Istri saya sampai pingsan, saya sendiri rasanya limbung," ujar Oyib menahan air mata.
Rohana rencananya dimakamkan siang tadi di Kampung Sukasantri RT 02 RW 03, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, tak jauh dari pusara orang tua tercinta.
"Dimakamkan di dekat orang tua. Biar tenang di sana," ujarnya.
Ledakan yang timbul saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa menewaskan 13 orang. Empat anggota TNI dan sembilan warga sipil tewas.