LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fakta Unik Tata Kelola Bandung Zoo: Sempat Membaik Drastis Sebelum Tersangkut Kasus Korupsi

Terungkap! Tata Kelola Bandung Zoo yang sempat terpuruk, bangkit drastis pasca 2016 sebelum akhirnya terseret kasus korupsi. Bagaimana perjalanannya?

Minggu, 24 Agu 2025 21:47:00
bandung zoo
Terungkap! Tata Kelola Bandung Zoo yang sempat terpuruk, bangkit drastis pasca 2016 sebelum akhirnya terseret kasus korupsi. Bagaimana perjalanannya? (Merdeka.com)
Advertisement

Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2016 akibat kasus gajah mati dan beruang kelaparan. Kondisi tata kelola yang terpuruk ini memicu keprihatinan luas dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi konservasi.

Menanggapi krisis tersebut, langkah-langkah perbaikan tata kelola Bandung Zoo mulai diinisiasi secara serius sejak tahun 2017. Upaya ini melibatkan kolaborasi antara pengelola kebun binatang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), serta bantuan dari Taman Safari Indonesia.

Perbaikan menyeluruh ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memastikan kesejahteraan satwa. Namun, perjalanan positif Tata Kelola Bandung Zoo ini terhenti ketika kebun binatang tersebut kini tersangkut kasus dugaan korupsi, menimbulkan pertanyaan besar tentang keberlanjutan reformasi yang telah dilakukan.

Transformasi Tata Kelola: Dari Krisis ke Perbaikan Menyeluruh

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan perintah tegas untuk segera memperbaiki tata kelola Bandung Zoo pasca insiden 2016. BBKSDA Jawa Barat menindaklanjuti dengan membentuk Tim Gugus Tugas Pemantauan Intensif Pengelolaan dan Operasional Kebun Binatang Bandung pada 25 Januari 2017.

Advertisement

Tim ini bertugas memantau perbaikan fasilitas dari tiga aspek utama pengelolaan kebun binatang. Aspek administrasi menjadi fokus awal, dengan penyusunan data satwa yang rapi, termasuk studbook keeper atau silsilah hewan. Pelaporan pengelolaan tumbuhan dan satwa kepada BBKSDA Jawa Barat juga diatur secara tertib dan teratur.

Selain itu, penyusunan rencana kerja yang komprehensif mulai dilakukan untuk memastikan operasional yang terencana. Pencatatan rekam medis seluruh satwa juga diimplementasikan, menandakan komitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan koleksi satwa di Bandung Zoo.

Advertisement

Inovasi Teknis dan Pemanfaatan Satwa di Bandung Zoo

Dari aspek teknis, Kebun Binatang Bandung melakukan sejumlah perbaikan signifikan untuk meningkatkan kondisi kandang dan fasilitas. Drainase beberapa kandang peraga satwa yang sebelumnya buruk atau tidak ada diperbaiki secara menyeluruh. Pengaman satwa yang rusak juga diperbaiki untuk menjamin keamanan pengunjung dan satwa.

Perawatan dan pemeliharaan kandang karantina bagi satwa sakit ditingkatkan, disertai penempatan satwa sakit di sana. Pengadaan dokter hewan tetap menjadi prioritas untuk memastikan penanganan medis yang cepat dan tepat. Studi banding bagi penjaga satwa juga diadakan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang perilaku satwa secara komprehensif, didukung bantuan tenaga pengelola dari TSI/PKBSI.

Perluasan dan pengayaan kandang dengan vegetasi dilakukan sebagai lindungan alami bagi satwa. Program pembiakan terkontrol diimplementasikan untuk mengendalikan populasi satwa secara etis. Perbaikan sarana dan prasarana pengunjung juga dilakukan demi kenyamanan, serta penertiban kewajiban pemegang izin seperti rencana kerja dan laporan triwulanan.

Aspek pemanfaatan satwa juga mengalami diversifikasi, dengan adanya parade satwa dan pertunjukan koleksi. Satwa seperti gajah sumatera, kakatua jambul kuning, kakatua, rangkong, dan anjing pudel ditampilkan dalam peragaan. Bahkan, pelepasliaran burung jalak kerbau dan koak biru yang mengalami over populasi juga dilakukan, menunjukkan komitmen terhadap keseimbangan ekosistem.

Evaluasi dan Rekomendasi: Harapan yang Terganjal Korupsi

Berdasarkan buku "Menepis Isu, Merajut Asa, Meraih Mimpi, Lesson Learned Kebun Binatang Bandung" oleh Sustyo Iriyono dan Agus Komarudin, hasil evaluasi Tim Evaluasi Lembaga Konservasi pada 5-7 Juni 2017 menunjukkan peningkatan. Secara administrasi, Yayasan Margasatwa Tamansari Bandung Zoological Garden telah memperlihatkan pembenahan yang signifikan.

Dari sisi manajemen, Kebun Binatang Bandung telah melakukan perombakan organisasi dan rekruitmen sumber daya manusia (SDM) profesional. Aspek teknis juga menunjukkan peningkatan sarana prasarana serta pengelolaan pemeliharaan satwa koleksi, memberikan harapan baru bagi keberlanjutan operasional kebun binatang.

Tim Evaluasi Lembaga Konservasi merekomendasikan beberapa hal penting untuk perbaikan berkelanjutan. Rekomendasi tersebut meliputi:

  • Penanganan terhadap satwa-satwa individual (tunggal).
  • Penyelesaian renovasi dan pembangunan fasilitas kandang satwa sesuai kontrak.
  • Pengawasan dan pendampingan dalam menjalankan manajemen Kebun Binatang Bandung.
  • Peningkatan kapasitas SDM, khususnya dokter hewan, paramedis, petugas nutrisi, perawat satwa, public relation, dan zoo educator.
  • Pengangkatan dan penetapan kurator satwa serta pengisian posisi dalam struktur organisasi yang belum terisi.
  • Peningkatan fasilitas standar minimal klinik satwa.
  • Peningkatan fasilitas kebersihan sarana dan prasarana gudang pakan satwa.
  • Pembenahan perawatan satwa dalam cara pemberian pakan.

Meskipun impian pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang ideal mulai menampakkan harapan, dan kepercayaan masyarakat kembali tumbuh, perjalanan ini terganjal. Setelah periode perbaikan tersebut, Bandung Zoo kini kembali menjadi sorotan publik karena dugaan korupsi pengemplangan kewajiban sewa dan pajak kepada Kota Bandung dari tahun 2013 hingga 2018. Kasus ini menyeret pengurus Yayasan Margasatwa Tamansari manajemen lama, Bisma Bratakoesoema dan Sri Devi, serta mantan Sekda Kota Bandung Yossi Irianto, yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Kabar Duka, Dokter Petugas Kloter 38 Debarkasi Makassar Meninggal di Mekkah
  • Daniel Sturridge Beri Kejutan di Second Chance Episode Empat, Buka Peluang Pemain Muda Indonesia
  • 5 Pemain Sorotan Piala Dunia 2026 Grup K: Ronaldo Hingga Vitinha Sang Maestro
  • Petani di OKU Bacok Tetangga Cuma Gara-Gara Pemasangan Jaringan WiFi
  • KEPP Otsus Papua Tekankan Kualitas dan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis Papua
  • bandung zoo
  • berita nasional
  • jawa barat
  • kebun binatang
  • konservasi
  • konten ai
  • korupsi
  • lingkungan hidup
  • merdekaantara
  • merdeka.com
  • satwa
  • tata kelola
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.