Fakta Unik: Polres Pasaman Barat Tanam Jagung 250 Hektare, Dukung Swasembada Pangan Nasional dengan Target 223 Ribu Ton
Polres Pasaman Barat tanam jagung di 250 hektare lahan tak produktif, wujudkan swasembada pangan 2025. Berapa target produksi jagung di Pasaman Barat?
Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah mengambil langkah proaktif dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Mereka melakukan penanaman jagung di atas lahan seluas 250 hektare pada kuartal III tahun ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk mencapai target swasembada pangan pada tahun 2025.
Penanaman jagung ini difokuskan pada lahan-lahan yang selama ini kurang produktif di berbagai wilayah Pasaman Barat. Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menjelaskan bahwa panen sedang berlangsung dan jumlah hasilnya masih dalam penghitungan. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Langkah strategis ini menunjukkan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada, diharapkan produksi jagung di Pasaman Barat dapat meningkat signifikan. Hal ini sekaligus berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan di tingkat lokal maupun nasional.
Strategi Polres Pasaman Barat dalam Mendukung Ketahanan Pangan
AKBP Agung Tribawanto menyatakan bahwa pihaknya bersama Pemkab Pasaman Barat berkomitmen penuh mendukung program swasembada pangan. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang kurang produktif di tengah masyarakat. Penanaman jagung telah dilakukan secara bertahap sejak awal tahun.
Pada kuartal I, Polres Pasaman Barat menanam jagung seluas 25 hektare dengan hasil panen mencapai 93 ton. Kemudian, pada kuartal III, penanaman dilakukan di lahan seluas 175 hektare yang menghasilkan panen 103,8 ton. Saat ini, penanaman jagung telah mencapai 250 hektare pada kuartal III, tersebar di 11 kecamatan di Pasaman Barat.
Mengenai hasil panen, AKBP Agung Tribawanto menambahkan bahwa penjualan akan dikerjasamakan dengan Perum Bulog. Sebelum panen raya ini, kegiatan tersebut juga dihadiri melalui zoom meeting oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, menunjukkan dukungan dari tingkat nasional.
Target dan Upaya Peningkatan Produksi Jagung di Pasaman Barat
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, sangat mengapresiasi kegiatan panen raya yang dilakukan oleh Polres Pasaman Barat dalam rangka swasembada pangan. Beliau menegaskan pentingnya kerja sama dengan Perum Bulog untuk menjamin harga jual jagung, mengingat produksi di Pasaman Barat terus meningkat.
Data dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura menunjukkan bahwa produksi jagung periode Januari-Agustus 2025 mencapai 123.846 ton. Produksi ini berasal dari panen di lahan seluas 20.641 hektare, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun. Meskipun demikian, produksi saat ini masih jauh dari target yang ditetapkan untuk tahun 2025, yaitu 223.236 ton.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Pasaman Barat melakukan berbagai upaya. Ini termasuk pemberian bantuan sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk, dan obat-obatan melalui dana APBN. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk bersubsidi dan berupaya menambah luas tanam jagung, termasuk di lahan kelapa sawit yang sedang dalam proses peremajaan. Pemberdayaan penyuluh dengan sosialisasi mengenai tanaman jagung juga menjadi fokus utama. Tanaman jagung dinilai cukup diminati masyarakat karena harganya relatif stabil, menjadikan Pasaman Barat salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Sumatera Barat.
Sinergi Lintas Sektoral untuk Swasembada Pangan
Panen raya jagung di Jorong Bandarejo Nagari Bandarejo Kecamatan Pasaman ini tidak hanya dihadiri oleh Kapolres dan Bupati. Acara tersebut juga menjadi ajang sinergi lintas sektoral yang dihadiri oleh berbagai pihak penting. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan.
Di antara para hadirin terdapat Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah, Kasi Intel Kejari Pasaman Barat Mas Beni Mika Dorma Saragih, perwakilan Pengadilan Negeri, dan Danramil 02 Simpang Empat. Selain itu, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah Pasaman Barat, Pejabat Utama Polres Pasaman Barat, Danki Brimob Batalyon B Pelopor, Camat, Wali Nagari, dan pihak terkait lainnya turut memeriahkan acara tersebut.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, legislatif, yudikatif, dan militer ini mencerminkan pendekatan holistik dalam mencapai tujuan swasembada pangan. Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi, diharapkan Pasaman Barat dapat menjadi contoh keberhasilan dalam meningkatkan produksi jagung dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews