Fakta Unik: Mengapa Unjuk Rasa Anarkis di Banyumas Disayangkan Pemkab, Mahasiswa Justru Jadi Penyelamat?
Pemerintah Kabupaten Banyumas menyayangkan unjuk rasa anarkis di Purwokerto yang merusak fasilitas umum, namun mengapresiasi peran mahasiswa dalam meredakan situasi. Siapa sebenarnya dalang di balik kerusuhan ini?
Pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden unjuk rasa anarkis yang terjadi baru-baru ini. Aksi tersebut berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum serta aset daerah di Purwokerto. Kejadian ini menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi pemerintah daerah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Sugeng Amin, menjelaskan kronologi kejadian. Pergerakan massa dimulai Sabtu petang di sekitar Alun-Alun Purwokerto. Namun, ia menegaskan bahwa pelaku perusakan bukan berasal dari kalangan mahasiswa.
Massa tak dikenal ini melakukan tindakan vandalisme di beberapa lokasi. Mereka merusak press room wartawan dan Ruang Humas Pemkab Banyumas. Bahkan, Posko Satpol PP di Pendopo juga menjadi sasaran penjarahan dan pengrusakan.
Dampak Kerusakan dan Peran Mahasiswa dalam Unjuk Rasa Anarkis Banyumas
Sugeng Amin mengungkapkan bahwa amplifier dan beberapa barang lainnya, termasuk helm anggota Satpol PP di posko, menjadi sasaran penjarahan. Terali besi pembatas kompleks Sekretariat Daerah Banyumas dengan Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banyumas bahkan dirobohkan dan dibawa pergi oleh massa.
Meskipun demikian, pihaknya sangat mengapresiasi peran mahasiswa. Mahasiswa justru menjadi pihak yang berupaya mengendalikan massa agar tidak terjadi kekacauan atau tindakan anarkis lebih lanjut. Mereka menunjukkan sikap yang sangat baik dan bertanggung jawab.
Satpol PP meyakini bahwa massa yang melakukan perbuatan anarkis tersebut bukan berasal dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa justru berperan aktif dalam meredakan situasi, menunjukkan komitmen mereka terhadap penyampaian aspirasi yang damai dan tertib.
Antisipasi dan Upaya Pemkab Menjaga Aset Daerah
Untuk mengantisipasi kemungkinan aksi unjuk rasa lanjutan, Satpol PP dan Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) Kabupaten Banyumas telah berkoordinasi. Mereka bekerja sama dengan Polresta Banyumas, Kodim 0701/Banyumas, serta Satuan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah.
Koordinasi ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat dapat dilakukan dengan baik tanpa merusak fasilitas umum. Keamanan aset pemerintah daerah yang notabene milik masyarakat harus tetap terjaga.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Banyumas, Nungky Harry Rachmat, menambahkan bahwa perusakan fasilitas pemerintah daerah bukan karena aksi mahasiswa. Insiden ini dilakukan oleh pihak-pihak yang diduga menumpangi aksi mahasiswa untuk kepentingan lain.
Penyampaian Aspirasi yang Ditumpangi Pihak Tak Bertanggung Jawab
Indikasi bahwa pelaku perusakan bukan mahasiswa terlihat jelas dari pola tindakan mereka. Massa yang melakukan perusakan tidak terkomando dan tidak terkonsentrasi, melainkan terpencar secara sporadis. Hal ini berbeda dengan karakteristik aksi mahasiswa yang lebih terorganisir.
Nungky Harry Rachmat menekankan bahwa jika aksi semacam itu terulang kembali, akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik. Banyak sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan masyarakat mengalami kerusakan, sehingga berdampak langsung pada kepentingan publik.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, juga menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, dan mahasiswa yang turut menjaga jalannya aksi unjuk rasa. Ia berharap ke depan tidak ada lagi aksi unjuk rasa yang diwarnai perbuatan anarkis, sehingga Banyumas tetap aman dan nyaman. Penyampaian aspirasi diharapkan dapat dilakukan secara santun.
Sumber: AntaraNews