Fakta Unik: Bupati Karawang Dorong Budaya Baca di Era Digital, Mobil Literasi Bakal Keliling 5 Kecamatan!
Bupati Karawang Aep Syaepuloh tekankan pentingnya Budaya Baca Karawang di tengah gempuran digital. Program mobil literasi akan menyasar 5 kecamatan. Simak selengkapnya!
Bupati Karawang Aep Syaepuloh baru-baru ini menyoroti urgensi budaya membaca di tengah derasnya arus digital. Penekanan ini disampaikan saat pelantikan pengurus Bunda PAUD dan organisasi wanita lainnya di Karawang, Jawa Barat. Ia melihat adanya pergeseran kebiasaan generasi muda yang kini lebih sering melihat dan mendengar daripada membaca buku.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 13 Oktober, di sela-sela acara penting tersebut. Aep Syaepuloh secara tegas menyatakan bahwa literasi perlu menjadi perhatian serius di tengah kondisi saat ini. Gempuran teknologi telah menyebabkan budaya membaca seakan-akan berkurang, terutama di kalangan anak muda Karawang.
Untuk mengatasi tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang kini menggencarkan berbagai program literasi. Tujuannya adalah agar budaya membaca tetap lestari dan tidak tenggelam oleh perkembangan teknologi. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan minat baca masyarakat, khususnya generasi penerus di Karawang.
Membangun Budaya Baca di Era Digital
Bupati Aep Syaepuloh menyoroti bahwa generasi muda saat ini cenderung lebih banyak melihat dan mendengar informasi. Kebiasaan ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih akrab dengan membaca halaman demi halaman buku. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan Budaya Baca Karawang.
Ia menekankan bahwa literasi harus menjadi fokus penting di tengah dominasi konten visual dan audio. Gempuran teknologi telah mengurangi kebiasaan membaca di kalangan anak muda. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Karawang merasa perlu untuk mengambil langkah konkret.
Pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan ini. Berbagai program literasi digencarkan untuk menumbuhkan kembali minat baca. Tujuannya adalah memastikan bahwa budaya membaca tetap hidup di tengah arus digital yang masif.
Inovasi Program Literasi: Mobil Perpustakaan Keliling
Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan, mengambil langkah inovatif. Mereka menggandeng pihak swasta untuk memperluas akses membaca bagi masyarakat luas. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga Karawang.
Salah satu bentuk kerja sama nyata adalah bantuan mobil literasi dari Daihatsu. Mobil ini akan berfungsi sebagai perpustakaan berjalan yang siap berkeliling ke berbagai wilayah di Karawang. Inisiatif ini dirancang untuk mendekatkan buku kepada anak-anak dan masyarakat, memperkuat Budaya Baca Karawang.
Bupati Aep Syaepuloh menargetkan setiap mobil literasi dapat melayani lima kecamatan. Program ambisius ini ditargetkan tuntas pada tahun 2027. "Ini harus dilakukan, karena kami ingin anak-anak Karawang kembali terbiasa membaca," ujar Aep Syaepuloh, menegaskan komitmennya terhadap literasi.
Peran Krusial Bunda Literasi dalam Keluarga
Selain program pemerintah, peran Bunda Literasi juga dianggap sangat penting dalam membangun budaya baca. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan keluarga. Ini adalah upaya kolektif yang melibatkan berbagai pihak dalam meningkatkan Budaya Baca Karawang.
Bupati Aep Syaepuloh mengakui bahwa tugas Bunda Literasi memang berat. Namun, ia menegaskan bahwa ini adalah tanggung jawab bersama, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan. Kehadiran Bunda Literasi, yang merupakan istri bupati, bukan sekadar simbol semata.
Aep Syaepuloh memberikan contoh dari keluarganya sendiri. Di rumah, istrinya selalu mendorong anak-anak untuk rajin membaca buku bacaan maupun pelajaran sekolah. Ia berharap semangat serupa dapat tumbuh di setiap keluarga di Karawang, menciptakan lingkungan yang mendukung literasi.
Sumber: AntaraNews