LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Eijkman Serahkan Kandidat Vaksin Covid-19 Merah Putih ke Bio Farma

Dari enam lembaga ini, baru LBM Eijkman yang menyerahkan kandidat vaksin Covid-19 Merah Putih kepada Bio Farma. Setelah masuk Bio Farma, kandidat vaksin Merah Putih memasuki tahapan uji klinik 1, 2 dan 3.

2021-04-16 13:48:21
vaksin covid-19
Advertisement

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman telah menyerahkan kandidat vaksin Merah Putih kepada PT Bio Farma. Penyerahan dilakukan secara bertahap.

"Saat ini sedang dalam proses peralihan bertahap dari Eijkman ke Bio Farma," kata Kepala LBM Eijkman, Amin Subandrio saat dihubungi merdeka.com, Jumat (16/4).

Sebagai informasi, ada enam institusi yang mengembangkan vaksin Covid-19 Merah Putih. Enam institusi tersebut yakni LBM Eijkman, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Advertisement

Dari enam lembaga ini, baru LBM Eijkman yang menyerahkan kandidat vaksin Covid-19 Merah Putih kepada Bio Farma. Setelah masuk Bio Farma, kandidat vaksin Merah Putih memasuki tahapan uji klinik 1, 2 dan 3.

Sebelumnya, Amin Subandrio mengatakan Eijkman tak akan lepas tangan meskipun kandidat vaksin Merah Putih telah masuk ke Bio Farma. Dia memastikan, Eijkman tetap ikut serta dalam uji klinik fase 1, 2 hingga 3.

"Eijkman tidak langsung lepas tangan tapi tetap ikut serta dalam pengembangan selanjutnya sampai uji klinik fase 1, 2 dan 3," jelasnya.

Advertisement

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berharap vaksin Merah Putih diproduksi massal mulai akhir 2021. Dengan adanya vaksin tersebut, kebutuhan vaksin dalam negeri bisa terpenuhi.

Pemerintah tengah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan tubuh atau herd immunity guna mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dibagi menjadi empat tahap.

Tahap pertama untuk petugas kesehatan, targetnya mencapai 1.468.764 orang. Tahap kedua untuk petugas pelayanan publik dan lansia dengan target sasaran masing-masing 17.327.167 dan 21.553.118 orang.

Sementara tahap ketiga untuk masyarakat rentan di daerah dengan risiko penularan tinggi, targetnya menjangkau 63,9 juta orang. Tahap terakhir untuk masyarakat umum dengan pendekatan klaster, total target 77,7 juta orang.

Baca juga:
CEK FAKTA: Tidak Benar Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Tak Perlu Divaksin
BPOM Tunggu Perbaikan Prosedur Uji Klinik Fase 1 Vaksin Nusantara
Eijkman Ungkap Perkembangan Penelitian Vaksin Covid-19 Merah Putih
Namanya Jadi Sorotan, Ini 6 Fakta Dokter Terawan Eks Menteri Kesehatan
Epidemiolog: Indonesia Suka Klaim Vaksin Covid-19 Negara Lain, Masa Enggak Malu

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.