Dubes RI Swiss Soroti Pentingnya Kerukunan Lintas Agama Idul Fitri
Duta Besar RI untuk Swiss menyoroti kerukunan lintas agama Idul Fitri yang beriringan dengan Nyepi dan Paskah, menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, baru-baru ini menyoroti kerukunan serta toleransi beragama yang terjalin erat di tengah masyarakat Indonesia. Apresiasi tinggi diberikan atas semangat persatuan dan kebersamaan yang terpancar dalam perayaan Idul Fitri tahun ini. Momentum ini menjadi istimewa karena berdekatan dengan perayaan keagamaan lain seperti Hari Raya Nyepi dan Paskah yang akan datang.
Menurut keterangan tertulis dari KBRI Bern yang diterima di Jakarta pada Sabtu (21/3), Dubes Ngurah menyatakan bahwa perayaan Idul Fitri kali ini kembali menjadi kesempatan berharga. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat rasa kerukunan dan kekeluargaan antar sesama warga negara Indonesia di Swiss dan Liechtenstein.
“Momentum yang juga beriringan dengan Hari Raya Nyepi dan Paskah yang akan datang, mengingatkan kita bahwa dalam keberagaman, terdapat kekuatan untuk saling menghormati dan memperkuat persatuan,” ujar Dubes Ngurah. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kekeluargaan masyarakat Indonesia di perantauan.
Mengukuhkan Persatuan dalam Keberagaman
Perayaan Idul Fitri tahun ini menjadi sorotan utama Dubes Ngurah Swajaya karena bertepatan dengan perayaan keagamaan lain. Kondisi ini secara alami menumbuhkan semangat saling menghormati dan memperkuat persatuan di kalangan masyarakat Indonesia. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah aset berharga yang harus terus dijaga.
Dubes Ngurah menekankan bahwa momen seperti ini adalah pengingat penting akan nilai-nilai toleransi. Semangat kebersamaan yang terjalin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi terwujudnya harmoni sosial. Ini adalah cerminan nyata dari Bhinneka Tunggal Ika di kancah internasional.
Pesan Dubes RI ini disampaikan dalam konteks perayaan Idul Fitri yang diselenggarakan oleh KBRI Bern. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga platform untuk mengukuhkan tali persaudaraan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memelihara semangat kerukunan lintas agama Idul Fitri dan perayaan lainnya.
Salat Idul Fitri dan Silaturahmi di KBRI Bern
Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern menjadi pusat perayaan Idul Fitri yang penuh kehangatan bagi ratusan Warga Negara Indonesia. Mereka datang dari berbagai kota di Swiss dan Liechtenstein untuk berpartisipasi dalam salat Idul Fitri dan halal bihalal. Acara ini berlangsung pada Jumat (20/3) dengan khidmat dan meriah.
Khatib dan imam salat Idul Fitri KBRI Bern, Desrial Anwar, dalam khotbahnya mengajak seluruh jemaah untuk saling memaafkan. Ia juga menyerukan agar menjauhi sikap merendahkan sesama serta membersihkan hati dari segala bentuk kesombongan yang dapat merusak kerukunan. Pesan ini sangat relevan untuk memperkuat ikatan persaudaraan.
Setelah pelaksanaan salat, suasana kebersamaan berlanjut dalam acara halal bihalal. Para warga dan diaspora Indonesia menikmati berbagai hidangan khas Lebaran yang menggugah selera. Sajian seperti ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan aneka kue tradisional disajikan, menghadirkan nuansa kampung halaman yang sangat dirindukan.
Semangat Kebersamaan Diaspora Indonesia
Semangat kebersamaan sangat terasa dalam setiap momen perayaan Lebaran yang diselenggarakan oleh KBRI Bern. Hal ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Indonesia. Mereka berkontribusi dalam persiapan acara, mulai dari penataan lokasi hingga penyediaan hidangan.
Dahlia Kusuma Dewi, Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Bern, mengungkapkan apresiasinya. “Hidangan yang disajikan dan penataan lokasi acara juga turut dipersiapkan oleh saudara-saudara kita dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan,” katanya. Ini menunjukkan kolaborasi lintas agama yang kuat.
Partisipasi aktif dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan ini menjadi bukti nyata. Warga Indonesia di Swiss dan Liechtenstein mampu menjaga persatuan dan kekeluargaan. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan dalam membangun komunitas yang solid dan harmonis.
Sumber: AntaraNews