Dua Warga Baduy Meninggal Akibat Terlambat Ditangani Medis
Dua warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meninggal dunia lantaran terlambat mendapat penanganan medis.
Dua warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meninggal dunia lantaran terlambat mendapat penanganan medis.
"Kedua warga Baduy yang meninggal dunia yakni Nani (19) dan Elis (19)," kata Ketua Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat dalam keterangan di Lebak, Sabtu.
Nani meninggal pada hari Kamis (3/4). Sementara Elis pada hari Jumat (4/4). Nani tinggal di Kampung Pamoean Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.
Nani meninggal usai melahirkan dan ari-ari tidak keluar. Dia meninggal dunia saat hendak dibawa ke rumah sakit di Rangkasbitung.
"Tim kami siap membawa ke rumah sakit pasien Nani, namun belum berangkat sudah meninggal dunia," jelasnya dilansir Antara, Sabtu (5/4).
Pasien lainnya yang meninggal dunia atas nama Elis, warga Badui Dalam yang tinggal di Kampung Cikeusik. Dia meninggal dunia karena mengidap penyakit tuberkulosis atau TBC.
Almarhum Elis sudah lama teridentifikasi positif TBC, namun tidak berobat rutin selama enam bulan.
"Kami menilai dua warga Baduy itu meninggal akibat keterlambatan mendapatkan penanganan medis," katanya.
SRI berkomitmen membantu masyarakat Badui agar kehidupan mereka sehat dan tidak terserang berbagai penyakit menular maupun tidak menular.
Selama ini, kasus penyakit di kawasan permukiman Badui yang menonjol TBC, gigitan ular berbisa, penyakit kulit dan kematian ibu dan anak.
Karena itu, pihaknya mendirikan klinik kesehatan di empat titik di perbatasan masyarakat Badui.
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat Badui gratis tanpa dipungut biaya. "Kami melayani dari mulai pelayanan kesehatan dasar hingga rujukan ke rumah sakit," katanya.