DPRD Jabar Desak Evaluasi Kontraktor Usai Atap SMAN 2 Gunung Putri Ambruk
Komisi V DPRD Jabar mendesak evaluasi total dan pengetatan pengawasan kontraktor setelah atap SMAN 2 Gunung Putri ambruk, menyoroti ketidaksesuaian spesifikasi teknis bangunan.
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kontraktor pelaksana proyek SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Desakan ini muncul setelah insiden ambruknya atap sekolah tersebut dua pekan lalu, memicu kekhawatiran serius. Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam setiap pembangunan fasilitas pendidikan di daerah.
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki, mengungkapkan adanya temuan ketidaksesuaian spesifikasi teknis dari rancang bangun dan pondasi bangunan. Hal tersebut diduga menjadi pemicu utama kegagalan struktur atap sekolah tersebut. Ini mengindikasikan perlunya audit mendalam terhadap kualitas pengerjaan proyek.
Oleh karena itu, DPRD Jabar mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera mengevaluasi dan memperketat proses penunjukan pihak ketiga. Tujuannya adalah menjamin keselamatan peserta didik, yang tidak boleh dikompromikan dengan memilih kontraktor tidak kompeten. Keselamatan siswa menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur pendidikan.
Sorotan Terhadap Kredibilitas Kontraktor dan Spesifikasi Bangunan
Aceng Malki menegaskan bahwa insiden di SMAN 2 Gunung Putri merupakan akibat dari rancang bangun serta pondasi yang tidak sesuai spesifikasi. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya integritas dan kompetensi kontraktor dalam setiap proyek pembangunan. Dinas terkait harus memastikan pemilihan kontraktor yang memiliki rekam jejak jelas dan kredibel.
Pengetatan pengawasan menjadi krusial, terutama terkait kualitas material dan metode konstruksi yang digunakan. DPRD Jabar menekankan bahwa setiap tahapan pembangunan harus diawasi secara cermat. Tujuannya agar tidak ada penyimpangan dari standar teknis yang telah ditetapkan.
Evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan kontraktor yang terlibat dalam proyek ini diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan. Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dituntut untuk bertindak tegas terhadap kontraktor yang terbukti lalai.
Urgensi Perbaikan dan Dampak pada Kalender Akademik
Aceng Malki juga menyoroti urgensi perbaikan atap SMAN 2 Gunung Putri yang ambruk. Banyak siswa yang membutuhkan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Langkah cepat dalam penanganan pasca-insiden ini menjadi pertaruhan penting bagi keberlangsungan pendidikan.
Hingga saat ini, reruntuhan bangunan belum tersentuh perbaikan signifikan, padahal kalender akademik terus berjalan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya proses pembelajaran. Pemerintah pusat telah menjanjikan pengerjaan fisik akan dimulai dalam pekan ini.
Target penyelesaian perbaikan adalah sebelum tahun ajaran baru dimulai, guna memastikan siswa dapat kembali belajar dengan nyaman. Penundaan perbaikan lebih lanjut dapat berdampak negatif pada psikologis dan prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat sangat dibutuhkan.
Inspeksi dan Pengawasan Proyek Fasilitas Pendidikan Lainnya
Kejadian ambruknya atap SMAN 2 Gunung Putri ini menjadi "alarm" bagi proyek fasilitas pendidikan lainnya di Jawa Barat. Komisi V DPRD Jabar menegaskan komitmennya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB). Langkah ini adalah upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Sidak akan mencakup wilayah-wilayah seperti Bekasi dan daerah lain yang memiliki proyek RKB. Tujuannya adalah memastikan seluruh bangunan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku. Pengawasan ketat ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kegagalan struktur bangunan.
Sebelumnya, atap bangunan SMAN 2 Gunung Putri ambruk pada Jumat (23/1) pagi, saat cuaca hujan deras. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan kejadian itu terjadi setelah shalat subuh. Insiden ini menegaskan pentingnya standar konstruksi yang kuat dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Sumber: AntaraNews