LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

DP3 Sleman Optimistis Pasokan Hewan Kurban Terpenuhi Jelang Idul Adha 2026

Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman yakin kekurangan ribuan sapi kurban akan terpenuhi menjelang Idul Adha 2026, memastikan Pasokan Hewan Kurban Sleman aman dan sehat.

Minggu, 24 Mei 2026 23:02:01
pasokan hewan kurban sleman
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman yakin kekurangan ribuan sapi kurban akan terpenuhi menjelang Idul Adha 2026, memastikan Pasokan Hewan Kurban Sleman aman dan sehat. (AntaraNews)
Advertisement

Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyatakan optimisme tinggi terkait pemenuhan kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026. Meskipun terdapat proyeksi kekurangan sapi kurban sebanyak 5.381 ekor, pihak dinas yakin jumlah tersebut akan terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan dapat tercapai pada H-3 hingga H-1 sebelum hari raya kurban.

Pelaksana tugas Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, menjelaskan bahwa kekurangan hewan kurban merupakan fenomena tahunan di Kabupaten Sleman. Untuk mengatasi defisit ini, pasokan akan didatangkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut meliputi kelompok ternak, pasar kurban, pelaku usaha, serta pembelian langsung dari luar daerah.

Langkah proaktif ini diambil guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat Sleman akan hewan kurban dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, upaya pengawasan kesehatan hewan juga terus diperketat untuk menjamin kualitas dan keamanan ternak yang akan disembelih. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan kurban.

Strategi Pemenuhan Pasokan Hewan Kurban Sleman

DP3 Sleman memiliki strategi komprehensif untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban yang selalu defisit setiap tahunnya. Pasokan tambahan akan diperoleh melalui jaringan kelompok ternak binaan yang tersebar di Sleman. Terdapat sekitar 549 kandang kelompok ternak binaan yang menyediakan sapi untuk kurban.

Advertisement

Selain itu, pasar kurban dan pelaku usaha ternak juga menjadi sumber penting dalam penyediaan hewan kurban. Pembelian langsung dari luar daerah juga menjadi opsi untuk menutupi kekurangan yang ada. Strategi ini dirancang untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang cukup bagi masyarakat.

Pemantauan rutin terhadap kelompok ternak dilakukan melalui kunjungan dan pelayanan terpadu hewan. Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan dan kualitas hewan kurban sejak dini.

Advertisement

Pengawasan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Ternak

Pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi prioritas utama DP3 Sleman, terutama mengingat kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belum sepenuhnya nol. Pemantauan juga dilakukan untuk kewaspadaan terhadap penyakit antraks yang berpotensi menyebar. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala di pasar hewan kurban, khususnya setiap pasaran "Pahing".

Pemerintah Kabupaten Sleman secara konsisten melaksanakan vaksinasi PMK untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menjamin bahwa ternak yang beredar di Sleman adalah ternak yang sehat dan bebas PMK. Pemeriksaan fisik hewan dan keterangan asal hewan juga menjadi bagian penting dari proses pengawasan.

Selain PMK, DP3 Sleman juga melakukan pengendalian penyakit antraks dengan vaksinasi pada ternak di Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan. Beberapa penyakit lain yang sering ditemukan di pasar hewan meliputi konjungtivitis, pink eye, ORF, skabies, serta trauma akibat transportasi.

Asal-usul dan Distribusi Hewan Kurban di Sleman

Hewan kurban yang diperdagangkan di Sleman berasal dari berbagai daerah, baik lokal maupun luar daerah. Kambing dan domba umumnya didatangkan dari lokal Kabupaten Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten. Keragaman asal ini membantu memenuhi variasi permintaan masyarakat.

Untuk sapi, peternak di kelompok ternak mendatangkan dari Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, Magelang, dan Klaten. Diversifikasi sumber pasokan ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan. Selama beberapa tahun pemantauan rutin, belum pernah ditemukan ternak sapi yang harus diafkir karena penyakit hewan menular seperti antraks.

Hal ini menunjukkan efektivitas sistem pengawasan dan pengendalian penyakit yang diterapkan oleh DP3 Sleman. Kualitas hewan kurban yang baik menjadi jaminan bagi masyarakat. Transparansi asal-usul hewan juga memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Harga Minyak Dunia Naik, Luhut Ingatkan Risiko bagi Ekonomi RI
  • FOTO: Pencarian Korban Gedung Runtuh di Filipina Terus Berlangsung
  • Cara Mudah dan Lengkap Mengakses Link Pengumuman Hasil SNBT 2026
  • Aktivis Gaza Tantang PM Anthony Albanese usai Disiksa Israel: Saya Ceritakan Kebiadaban Mereka!
  • Sidang Korupsi Bupati Bekasi, Kadis Akui Serahkan Rp500 Juta dari Sarjan ke Ayah Ade Kuswara Kunang Demi Jabatan
  • antraks
  • dp3 sleman
  • idul adha 2026
  • kesehatan ternak
  • konten ai
  • merdekaantara
  • pasokan hewan kurban sleman
  • pmk
  • vaksinasi kurban
  • yogyakarta
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.