Dirut IBL Sebut Surabaya Jadi Contoh Sukses Pengembangan Basket Nasional
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyoroti Surabaya sebagai model ideal untuk pengembangan basket nasional berkat format home and away yang sukses, membuat pembaca penasaran bagaimana kota ini menjadi tolok ukur.
Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, menunjuk Surabaya sebagai salah satu kota terbaik dalam pengembangan pasar bola basket nasional. Pernyataan ini disampaikan terkait persiapan musim kompetisi 2025/2026 yang akan datang, menunjukkan potensi besar kota tersebut.
Menurut Junas, Surabaya telah menunjukkan dampak signifikan dari penerapan format kandang dan tandang dalam liga. Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan jersey, tiket pertandingan, serta loyalitas penonton yang kuat terhadap tim lokal.
Keberhasilan ini menjadikan Surabaya sebagai contoh ideal bagi kota-kota lain di Indonesia yang ingin mengembangkan olahraga basket. Kota Pahlawan dinilai mampu membangun keterikatan suporter dengan klub secara berkelanjutan dan efektif.
Surabaya, Tolok Ukur Keberhasilan Format Home and Away
Junas Miradiarsyah menegaskan bahwa Surabaya tidak diragukan lagi sebagai kota yang berhasil dalam ekosistem IBL. Kota ini menjadi bukti nyata dampak positif format kandang dan tandang yang diterapkan liga.
Tingkat keterisian penonton yang tinggi pada laga terakhir di Surabaya menjadi indikator kuat bahwa antusiasme tidak surut. Ini menunjukkan basis pendukung bola basket di Kota Pahlawan terus berkembang pesat dan solid.
Keberhasilan ini bukan hanya tentang jumlah penonton yang datang ke arena pertandingan. Lebih dari itu, format ini juga berkontribusi pada penguatan identitas klub di mata masyarakat lokal.
Format home and away secara langsung mendorong klub untuk tidak sekadar fokus pada pertandingan semata. Mereka juga berperan aktif dalam mengembangkan ekosistem basket di kotanya, menciptakan dampak jangka panjang.
Tantangan dan Adaptasi Menuju Kompetisi Profesional
Perubahan format dari sistem seri yang diterapkan sejak 2023 menjadi sistem kandang dan tandang tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Penyesuaian operasional tim menjadi salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan oleh seluruh peserta liga.
Meskipun demikian, Junas menilai tantangan ini sebagai bagian integral dari proses adaptasi yang harus dilalui. Ini adalah langkah penting menuju kompetisi bola basket yang lebih profesional dan berkelanjutan di Indonesia.
"Memang tidak mudah, sampai sekarang ini masih menjadi tantangan untuk kita, tapi bukan kendala," ujar Junas, memberikan perspektif positif. Pernyataan ini menunjukkan komitmen IBL dalam menghadapi setiap rintangan demi kemajuan liga.
IBL sangat yakin bahwa konsistensi penerapan format home and away akan membawa perkembangan positif yang signifikan. Sistem ini terbukti efektif di banyak negara untuk memajukan olahraga basket dan menarik minat publik lebih luas.
Sumber: AntaraNews