Dinkes Bantul Tarik Produk Makanan Kemasan Tak Layak Jual Jelang Lebaran
Dinas Kesehatan Bantul melakukan penarikan produk makanan kemasan yang tidak layak jual, memastikan keamanan pangan bagi masyarakat menjelang Lebaran dan menguji takjil di pasar Ramadhan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengawasi keamanan pangan. Sidak ini berujung pada penarikan sejumlah produk makanan dalam kemasan yang dinilai tidak layak jual di pasaran. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen menjelang perayaan Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, menjelaskan bahwa penarikan dilakukan terhadap kemasan yang peyok atau rusak. Kegiatan pengawasan ini menyasar supermarket dan toko modern di wilayah Bantul. Tujuannya adalah memastikan hanya produk berkualitas yang sampai ke tangan masyarakat.
Sidak tersebut berlangsung pada tanggal 10 dan 11 Maret 2026, fokus pada produk kemasan terutama untuk parsel Lebaran. Meskipun beberapa produk ditarik, Dinkes Bantul tidak menemukan adanya produk makanan kemasan yang kedaluwarsa selama inspeksi.
Penarikan Produk Kemasan Rusak di Bantul
Dinas Kesehatan Bantul secara proaktif menarik produk makanan kemasan yang ditemukan cacat fisik. Kemasan yang peyok menjadi salah satu indikator utama ketidaklayakan jual produk tersebut. Penarikan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga standar keamanan pangan.
Agus Tri Widiyantara menegaskan bahwa jumlah produk yang ditarik tidak banyak, hanya beberapa item saja. Fokus utama adalah memastikan kemasan dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan yang berpotensi memengaruhi kualitas isi. Dinkes Bantul berkomitmen untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Pihaknya memastikan bahwa hanya produk dengan kemasan yang layak jual yang diperbolehkan beredar. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawasi distribusi makanan. Konsumen diharapkan dapat berbelanja dengan tenang tanpa khawatir akan kualitas produk.
Pengawasan Takjil dan Hasil Uji Laboratorium
Selain pengawasan makanan kemasan, Dinas Kesehatan Bantul juga berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta. Kerja sama ini dilakukan untuk mengawasi takjil atau jajanan berbuka puasa di pasar Ramadhan Bantul. Pengawasan ini penting untuk menjamin keamanan pangan selama bulan puasa.
Kegiatan tersebut melibatkan pengambilan sampel makanan untuk diuji laboratorium di tempat. Edukasi kepada pengunjung pasar juga diberikan sebagai bagian dari upaya preventif. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih makanan yang aman dan sehat.
Dari sepuluh sampel pangan yang diuji, semua menunjukkan hasil negatif dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Hasil ini menunjukkan bahwa takjil yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Berikut adalah daftar sampel pangan yang diuji oleh Dinkes Bantul dan BBPOM Yogyakarta:
- Kue mochi
- Jelly ball
- Cincau
- Bakmie goreng
- Agar-agar
- Bakso
- Tahu bacem
- Es buah
- Bakso tusuk
- Udang keju
Sumber: AntaraNews