Dilantik Jadi KSP, Qodari: Kita Akan Jelaskan Program Presiden Prabowo yang Bagus-Bagus
"Insya Allah KSP juga akan tampil untuk menjelaskan program-program Presiden yang bagus-bagus ini," ujar Ketua KSP, M. Qodari.
Muhammad Qodari resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan AM Putranto.
Usai pelantikan di Istana Negara, Rabu (17/9), Qodari menegaskan lembaganya akan aktif menyampaikan informasi kepada publik terkait program-program prioritas Presiden Prabowo.
"Sehingga teman-teman nanti juga akan lebih banyak narasumber, lebih banyak informasi. Tidak semuanya terpusat di PCO (Presidential Communication Office), tapi juga Insya Allah KSP juga akan tampil untuk menjelaskan program-program Presiden yang bagus-bagus ini," ujar Qodari.
Kendati begitu, Ia juga memastikan akan bekerja sama dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Angga Raka Prabowo, dalam memperkuat komunikasi publik pemerintah.
"Kalau komunikasi sering, apalagi dengan Mas Angga itu sudah dari dulu," ucapnya.
Pelantikan Qodari sebagai KSP ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden yang diumumkan pada Rabu (17/9). Sebelum menjabat KSP, Qodari merupakan Wakil KSP dan dikenal dekat dengan isu-isu komunikasi publik pemerintah.
KSP Punya Data Lengkap Program Prioritas
Qodari menilai KSP memiliki keunggulan karena terlibat langsung dalam monitoring dan evaluasi berbagai program pemerintah. Hal itu membuat KSP memahami detail perkembangan sekaligus tantangan di lapangan.
"KSP itu kelebihannya apa? KSP itu karena dia monitoring evaluasi semua program pemerintahan terutama yang prioritas, dia tahu hampir semua yang dikerjakan, tahu progressnya, tahu kelebihannya begitu," katanya.
Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah. Menurut Qodari, program ini penting untuk menekan angka stunting yang masih dialami 20 persen anak Indonesia.
"Jadi kita pengen yang stunting enggak stunting, yang IQ masih kurang bisa meningkat, supaya kualitas SDM-nya bagus dan bisa bersaing dengan negara tetangga, mau Singapura, mau Cina, mau Amerika, dan seterusnya," tuturnya.