LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Di Balik Pembiayaan dan Pemberdayaan yang Mengubah Kehidupan

Melalui program Mekaarpreneur, Yanti mendapatkan pelatihan gratis tentang promosi, branding, packaging, hingga pemasaran digital.

Kamis, 21 Mei 2026 23:21:32
pemberdayaan masyarakat
Di Balik Pembiayaan dan Pemberdayaan yang Mengubah Kehidupan (merdeka.com)
Advertisement

Ada satu hal yang sering kali luput ketika kita berbicara tentang pemberdayaan masyarakat kecil yaitu mereka sebenarnya tidak kekurangan semangat bekerja, namun yang sering hilang adalah rasa dipercaya. Banyak perempuan pengusaha ultra mikro menjalani hidup dalam ruang yang sempit. Penghasilan terbatas, usahanya kecil, aset nyaris tidak ada. Mereka hidup dari keuntungan harian yang kadang hanya cukup untuk membeli bahan makanan. Namun di tengah keterbatasan itu, mereka tetap bangun paling pagi dan istirahat paling akhir demi menjaga dapur tetap menyala.

Ironisnya, kelompok yang bekerja paling keras ini justru sering menjadi kelompok yang paling sulit mendapatkan kepercayaan. Dalam sistem keuangan formal, kepercayaan kerap diterjemahkan dalam bentuk angka dan jaminan. Untuk mendapatkan akses pembiayaan, seseorang diminta menunjukkan aset, agunan, histori keuangan, hingga kemampuan administrasi yang baik. Sementara bagi usaha ultra mikro, jangankan memiliki jaminan, banyak dari mereka bahkan masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di titik inilah masyarakat kecil sering kalah sebelum benar-benar diberi kesempatan. Bukan karena mereka tidak memiliki kemauan untuk berkembang, tetapi karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dianggap layak untuk dipercaya.

Padahal bagi pengusaha ultra mikro, akses pembiayaan tanpa jaminan bukan sekadar fasilitas keuangan, namun bentuk pengakuan bahwa mereka dianggap mampu, kerja keras mereka bernilai, dan mereka memiliki peluang untuk tumbuh meski hidup dalam keterbatasan.

Advertisement

Cerita itu dirasakan langsung oleh Sri Aryanti Nurafiah, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat. Sebagai ibu rumah tangga, Yanti awalnya hanya ingin membantu perekonomian keluarga karena merasa penghasilan suaminya belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbekal sedikit kemampuan membuat gantungan kunci, ia memiliki keinginan membuka usaha kriya. Namun seperti banyak pengusaha ultra mikro lainnya, keterbatasan modal membuat langkah itu sempat dipenuhi keraguan.

Advertisement

"Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang," ujarnya.

Hingga pada tahun 2022, PNM hadir memberikan akses pembiayaan usaha. Modal yang diterima Yanti langsung digunakan untuk membeli bahan baku usaha. Dari usaha kecil yang awalnya hanya dikerjakan sederhana dari rumah, perlahan usahanya berkembang.

Pendampingan dan pelatihan jadi titik penting perubahan usaha

Sri Aryanti Nurafiah, warga Cikarang Barat yang merasakan langsung manfaat pembiayaan dan pemberdayaan PNM Mekaar @ 2026 merdeka.com

Yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan, kini menjadi kenyataan. "Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya," katanya.

Namun yang membuat pembiayaan terasa lebih bermakna bukan hanya soal modal usaha. Yanti mengaku pendampingan dan pelatihan yang ia terima justru menjadi titik penting perubahan usahanya.

Melalui program Mekaarpreneur, ia mendapatkan pelatihan gratis tentang promosi, branding, packaging, hingga pemasaran digital. Dari yang sebelumnya hanya berjualan secara sederhana, kini usahanya mulai merambah platform digital seperti TikTok dan Shopee. Bahkan, Yanti berhasil menjadi Juara 2 Mekaarpreneur kategori nasabah naik kelas di wilayah Bekasi - Jakarta. Sebuah pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak pernah ia bayangkan bisa diraih.

Pembiayaan tanpa jaminan, pendampingan dan kesempatan belajar

Cerita Yanti menunjukkan bahwa masyarakat kecil sejatinya tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan ruang untuk membuktikan kemampuan mereka sendiri. Karena sering kali, yang menghambat mereka bukan kurangnya kemauan bekerja, melainkan minimnya akses dan kepercayaan.

Advertisement

Ketika pembiayaan tanpa jaminan hadir bersamaan dengan pendampingan dan kesempatan belajar, dampaknya tidak hanya mengubah usaha seseorang. Tetapi juga mengubah cara mereka memandang diri sendiri. Dari yang awalnya hanya ingin bertahan hidup, menjadi berani bermimpi lebih besar. Karena bagi perempuan pengusaha ultra mikro, dipercaya adalah modal yang paling mahal nilainya.

Berita Terbaru
  • Di Balik Pembiayaan dan Pemberdayaan yang Mengubah Kehidupan
  • Hoaks Kabar OTT Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya!
  • Wamen HAM Mugiyanto Dorong Revisi UU HAM agar Lebih Relevan dengan Zaman
  • Sapi Jumbo Simental 1 Ton Asal Cisarua Bandung Dibeli Presiden Prabowo Seharga Rp110 Juta
  • FOTO: Wabah Ebola di Kongo Membuat Dunia Ketar Ketir
  • pemberdayaan masyarakat
  • pnm
  • pnm mekaar
  • pnm mekaarpreneur
  • umkm
  • usaha mikro
  • usaha mikro kecil dan menengah
Artikel ini ditulis oleh
Editor Heri Winarno
M
Reporter Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.