Data Terbaru Gugus Tugas, 54 Kabupaten/Kota Tidak Ditemukan Kasus Covid-19
Saat ini ada 54 kabupaten/kota yang tidak terdampak atau tidak tercatat adanya kasus Covid-19.
Gugus Tugas mencatat terjadinya perubahan pemetaan zonasi risiko daerah Covid-19 di Indonesia. Pada minggu lalu, terdapat 61 kabupaten/kota yang tidak terdampak atau tidak tercatat ada kasus Covid-19. Pada 14 Juli, Dewi menyebut hanya 54 kabupaten/kota yang tidak terdampak atau tidak tercatat adanya kasus Covid-19.
"Berkurang 7 kabupaten/kota dari pekan lalu. Tadinya 61 sekarang 54 kabupaten/kota yang tidak terdampak Covid-19," ujar Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, Selasa (14/7).
Dia memaparkan satu per satu zona risiko tersebut. Di zona hijau ada 48 kabupaten/kota yang selama 4 minggu terakhir tidak terdapat kasus baru dengan angka kesembuhan mencapai 100 persen.
"Ini adalah peningkatan, karena pekan sebelumnya ada 43 sekarang ada 48," ujar Dewi.
Ada satu kabupaten/kota yang berubah statusnya. Dari risiko tinggi menjadi rendah yaitu Kabupaten Buton Tengah di Sulawesi Tenggara. Selanjutnya terdapat 31 kabupaten/kota berpindah dari risiko tinggi menjadi sedang. Kemudian 54 kabupaten/kota risiko sedang menjadi rendah. Terakhir ada 13 kabupaten/kota dari risiko rendah menjadi tidak ada kasus.
"Tiga belas kabupaten/kota yang harus kita apresiasi karena berhasil menjaga wilayahnya selama empat minggu berturut-turut tidak ada kasus dan angka kesembuhan mencapai 100 persen," ujarnya.
Dewi pun menyebutkan satu persatu ketigabelas kabupaten/kota tersebut. Berikut penjabarannya:
1. Provinsi Bengkulu
Bengkulu Utara
2. Provinsi Gorontalo
Bolemo
3. Provinsi Kalimantan Barat
Bengkayang
Sekadau
4. Provinsi Kep Bangka Belitung
Bangka Barat
Belitung Timur
5. Provinsi NTT
Ende
6. Provinsi Papua
Boven Digoel
7. Provinsi Papua Barat
Teluk Bintuni
8. Provinsi Sulawesi Tengah
Buol
9. Provinsi Sulawesi Tenggara
Buton Utara
10. Provinsi Sulawesi Utara
Bolaang Mongondow Utara
Bolaang Mongondow Utara
Walaupun ada penurunan zonasi risiko, tetapi ada peningkatan risiko dari daerah tidak terdampak menjadi daerah risiko rendah sebanyak empat kabupaten/kota. Selanjutnya ada tiga kabupaten/kota dari zona tidak terdampak menjadi risiko sedang.
Tercatat ada empat kabupaten/kota dari tidak ada kasus selama empat minggu, kemudian masuk ke dalam risiko sedang. Selanjutnya terdapat delapan kabupaten/kota dari risiko sedang menjadi risiko tinggi. Selanjutnya ada 21 kabupaten/kota dari risiko rendah naik menjadi sedang.
"Ini artinya daerah-daerah yang mengalami peningkatan kasus, peningkatan angka meninggal atau laju insidensinya cukup tinggi dalam satu pekan terakhir," paparnya.
Dewi menegaskan perubahan zonasi risiko itu merupakan tanda waspada. Tidak ada daerah yang boleh lengah mengendalikan Covid-19.
"Oleh sebab itu saya ingin mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada, gunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan jaga imunitas tubuh agar kita mampu mengalahkan Covid-19," tutupnya.
Baca juga:
Surabaya Masih di Posisi Tertinggi Kasus Covid-19 dan Angka Kematian
Kisah Pasien Covid-19 Terlama yang Kini Sembuh, Dirawat 2 Bulan dan Tes Swab 19 Kali
Tito Tegaskan Pemerintah Berupaya agar Pilkada Tak Jadi Kluster Baru Covid-19
Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, 2 Puskesmas di Garut Ditutup Sementara
UNS Tanggung Biaya 25 Mahasiswa PPDS yang Terpapar Covid-19
Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi 14 Juli 2020