LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dari tengah hutan tersembunyi, Tjipetir dominasi lateks dunia

Untuk bisa masuk ke dalam pabrik, pengunjung harus menelusuri jalan berbatu yang diapit pohon jati dan sawit.

2014-12-06 03:45:00
Tjipetir
Advertisement

Dari tengah hutan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Pabrik Gutta Percha Tjipetir mendominasi produksi lateks di seluruh dunia. Jejak peninggalan pabrik yang dibangun pada jaman kolonial Belanda ini juga sulit untuk ditemui.

Untuk bisa masuk ke dalam pabrik, pengunjung harus menelusuri jalan berbatu yang diapit pohon jati dan sawit sepanjang hampir satu kilometer. Untuk dapat menuju ke Pabrik Cipetir, pengendara harus ekstra hati-hati. Karena selain jalannya yang tidak bersahabat bagi kendaraan jenis niaga, di kanan dan kiri jalan terdapat jurang, yang jika pengedara tidak waspada dapat terperosok ke dalamnya.

Terletak di samping kantor Polsek Cikidang, jalan masuk ke pabrik Cipetir tampak tersembunyi. Tidak ada plang jalan yang menunjukkan jika di lokasi tersebut berdiri pabrik yang produksi sempat mendunia tersebut.

"Kalau bangunan yang di depan tadi, itu kantor administrasi yang digunakan orang-orang Belanda dan pekerja pribumi. Semua barang masuk dan keluar harus melalui pengecekkan di kantor itu," ujar Budi Prayudi, pengawas pabrik pengolahan gutta percha Cipetir, PTPN VIII Sukabumi saat menyambut merdeka.com, Jumat (5/12).

Budi yang telah 18 tahun bekerja di pabrik yang dibangun pada 1885 ini kemudian mengajak merdeka.com berkeliling mengitari pabrik yang tampak tidak terurus tersebut. Di setiap sudut tiang besi, karat-karat mulai menggerogoti.

"Yah begini lah keadaan pabrik. Tapi masih berfungsi sampai sekarang," ujarnya.

Dengan fasih, ia menceritakan awal pendirian pabrik yang diprakasai oleh Tromp de Haas pada 1885 dan selesai dibangun pada 1921 masa kepemimpinan H Van Lennep. Ia pun kemudian menunjukkan proses produksi mulai dari material mentah berupa daun pohon perca hingga menjadi bahan yang nantinya bisa diolah menjadi bermacam material.

Secara besar, proses produksi pohon perca dibagi ke dalam dua proses. Proses pertama disebut proses produksi dimana daun perca digiling di mesin penggiling hingga masuk ke dalam proses kimiawi sebelum akhirnya dicetak.

"Tapi tidak semua mesin di sini masih berfungsi. Untuk mesin penggiling, dari empat mesin penggiling di sini, yang berfungsi hanya dua," ujarnya.

Nama Tjipetir mulai dikenal dunia ketika sebuah lempengan berbahan lateks banyak ditemukan mengambang di pesisir pantai Eropa utara mulai dari Inggris, Prancis, Belgia, hingga Denmark. Pada 2012, Tracey Williams mulai mencari asal muasal lempengan tersebut. Hasil pencariannya kemudian berakhir pada pabrik getah perca yang berada di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Awalnya banyak pihak yang memperkirakan lempeng tersebut merupakan manifest Titanic yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912. Belakangan diketahui jika lempengan tersebut berasal dari kapal Jepang Miyazaki Maru yang diserang kapal Jerman U-boat di 241,5 km sebelah barat pantai Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis pada perang dunia kedua pada 1917.

Baca juga:
Meski penjajah, Pabrik Tjipetir perhatikan kesejahteraan pekerja
Serdadu dan noni Belanda yang kerap muncul di Pabrik Tjipetir
Kisah pabrik Tjipetir yang pernah dibakar pejuang Indonesia
Menengok sisa kejayaan Tjipetir dari zaman kolonial Belanda
Produk-produk mendunia ini dibuat dari lempeng karet Tjipetir
Awal mula penemuan lempeng Tjipetir yang gegerkan Eropa

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.