Dapat Perintah dari Prabowo, Menteri KLH Targetkan Sungai Bali dan Jawa Bersih dari Sampah
Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan enam sungai di Pulau Jawa dan Bali bersih dari pencemaran sampah sehingga tidak mengotori laut di Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menargetkan enam sungai di Pulau Jawa dan Bali bersih dari pencemaran sampah sehingga tidak mengotori laut di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan rencana itu merupakan upaya preventif menangani sampah yang mengotori pantai di Pulau Dewata. Pihaknya sudah menyusun rencana untuk membersihkan enam sungai utama di Jawa dan Bali.
"Preventifnya kami dengan UNDP (UNDP United Nations Development Programme), Norwegia dan Uni Emirat Arab dan berbagai negara telah menyusun rencana penyelesaian sampah mulai dari sungai, ada (enam) sungai utama yang hari ini diselesaikan," kata Menteri Hanif usai melakukan kegiatan bersih sampah di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (19/1).
Untuk di Bali, kata Hanif, ada dua sungai yang harus dibersihkan dari sampah yaitu Tukad Mati dan Tukad Badung. Pembersihan sungai tersebut harus selesai di tahun ini. Dua sungai utama di Bali itu tidak terlalu panjang sekitar 27 kilometer dan 22 kilo meter.
"Saya minta Tukad Mati dan Tukad Badung diselesaikan tahun ini harus selesai tidak ada boleh lagi sampah tidak ada lagi pencemaran. Karena kita sudah punya sumber daya manusia, punya tim dan dananya cukup," ujarnya.
"Panglima TNI sudah memberikan dukungan sepenuhnya dan Bapak Kapolri demikian juga, perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) sudah jelas bahwa Bali harus bersih," lanjutnya.
Hanif menjelaskan, Sungai Tukad Mati dan Tukad Badung sebagai penyumbang sampah domestik untuk laut. Dia menyebut, sungai akan dipasang aring sampah setelah dibersihkan. Kementerian LH juga bakal menerapkan aturan tegas bagi siapa pun yang kedapatan membuat limbah ke dua sungai itu.
"Kita akan tegakkan aturan tidak semua limbah boleh masuk di situ. Harus ada lima komunal dan seterusnya yang akan kita terapkan di dua tukad (sungai) utama itu agar tidak menghasilkan sampah di Pantai Bali," sebutnya.
Sungai-Sungai di Jawa
Selain di Bali, lanjut Hanif, ada sejumlah lainnya yang akan dibersihkan di daerah Jawa dan DKI Jakarta. Di antaranya, ialah Sungai Ciliwung, Sungai Citarum, Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, yang harus dibersihkan dari laut sampah dan tidak ada pencemaran lagi.
"Kita masih mempunyai lima sungai lagi yang di Jawa yang harus kita selesaikan. Sungai Ciliwung, ini juga sudah diatur, dan Sungai Citarum dan ini perpres-nya akan kita revisi kembali. Kemudian Bengawan Solo, Sungai Brantas jadi ada empat sungai di Jawa dan dua sungai di Bali," ungkapnya.
Hanif menambahkan, sungai-sungai di Bali dan Jawa itu menjadi sumber dari sampah di laut terutama Sungai Ciliwung yang menyumbang sekitar 20 hingga 30 persen sampah ke laut.
"Yang diindikasi menjadi sumber dari sampah laut yang utama. Terutama Ciliwung itu menyumbang sekitar 20 sampai 30 persen dari sampah di laut. Karena kebetulan dia memotong benar kota-kota besar di Jawa Barat dan DKI. Jadi ini kita akan tangani dengan serius dan kemarin Bapak Panglima TNI akan memimpin agenda kita di dalam penanganan dua sungai besar (di Bali) ini," ujarnya.