Dapat kabar suami dikeroyok, istri Salim seperti sedang dicekik
Rekan Salim bertanya-tanya mengapa penganiayaan sadis seperti itu dilakukan di ruang publik.
Istri Salim alias Kancil, Tijah tidak menyangka para penjagal dengan sadis membunuh suaminya. Kala itu Tijah tengah ke ladang mencari rumput untuk pakan sapi peliharaannya.
Di tengah-tengah aktivitasnya, Tijah mendapatkan kabar jika suaminya dikeroyok kelompok preman bersenjata cangkul, arit, dan balok kayu. Setelah berlari menjemput suaminya dia mendapati Salim Kancil sudah tergeletak dengan tangan terikat.
"Saya kaget, Masya Allah. Rasanya saya seperti sedang dicekik. Ngeri," ujar Tijah di Polres Lumajang, Selasa (29/5).
Sementara itu, Abdul Hamid yang merupakan rekan Salim bertanya-tanya mengapa penganiayaan sadis seperti itu dilakukan di ruang publik. Tak hanya itu, para pelaku merasa bak pahlawan ketika menganiaya Salim.
"Padahal Balai Desa kan tempat pengayoman masyarakat. Kok malah tempat membunuh rakyatnya sendiri," keluhnya.
Abdul pun mengakui pasca peristiwa sadis tersebut situasi di Balai Desa sepi. Warga merasa trauma dengan kejadian itu. Namun, saat ini sejumlah personel kepolisian sudah disiagakan di lokasi penganiayaan.
"Minta antisipasi oleh aparat, sudah dilakukan. Tapi sekarang sudah mulai kendur di balai desa yang awalnya saja ramai Polisinya," tutupnya.
Baca juga:
Kapolri bakal dicecar Komisi III anggota lalai saat Salim dianiaya
Petisi online usut pembunuhan Salim Kancil ramai di internet
Usai operasi lambung, Tosan masih terbaring lemah di rumah sakit
Kapolri perintahkan anak buahnya cari otak pembantai Salim Kancil
DPR minta Polri selidiki aktor intelektual pembunuh Salim Kancil
Komisi III bakal panggil Kapolri soal pembunuhan aktivis di Lumajang
Dukung Salim Kancil dan Tosan, simpatisan galang dana buat keluarga