Komisi III bakal panggil Kapolri soal pembunuhan aktivis di Lumajang
Merdeka.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merencanakan mengundang Walhi dan Kapolri untuk mengusut pembunuhan aktivis lingkungan di Lumajang, Jawa Timur. Namun, rencana pertemuan tersebut belum ditentukan waktunya.
"Tadi pas Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) ada rekomendasi dari Masinton Pasaribu dan dua partai, PPP dan PDIP untuk membicarakan lagi dengan Walhi dan Kapolri. Saya belum cek lagi, kapan mau dibicarakan lagi, besok jam 7 malam komisi 3 ada rapat, tapi nggak tahu dengan siapa," kata anggota Komisi III Arsul Sani di gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/9).
Dalam pertemuan nanti, Arsul mengatakan, rencananya Komisi III meminta Polri untuk mengidentifikasi wilayah di tanah air yang rawan dengan konflik pertambangan.
Menurutnya, hal itu sebagai antisipasi adanya penganiayaan dan pembunuhan aktivis lingkungan agar tak terulang kembali.
"Kita meminta Kapolri mengidentifikasi daerah Sumber Daya alam (SDA) yang potensial ada konflik horizontal soal pertambangan. Yang hari ini konflik pertambangan kian meningkat," pungkasnya.
Seperti diketahui, terjadi kasus pembantaian sadis dua petani Desa Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, karena menolak adanya penambangan pasir liar di daerahnya. Pada 26 September kemarin, sekitar 40 orang pro penambangan pasir menjemput paksa dan menganiaya Tosan dan Salim Kancil.
Tubuh Salim diikat dan diseret menuju balai desa dengan disaksikan warga setempat. Di balai desa, Salim disiksa dan disetrum dengan listrik hingga tewas. Kasus pembantaian ini disaksikan warga desa dan petinggi desa.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya