Kapolri perintahkan anak buahnya cari otak pembantai Salim Kancil
Merdeka.com - Kepala Kepolisian jenderal Badrodin Haiti akhirnya bicara soal pembunuhan sadis terhadap aktivis antitambang di Lumajang, Salim alias si Kancil. Badrodin memerintahkan bawahannya untuk segera mencari aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut.
"Kan sudah ditangkap 20 orang, tinggal mengembangkan siapa yang nyuruh, siapa aktor intelektualnya," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/9).
Badrodin juga mengaku telah mengirimkan tenaga bantuan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Lumajang untuk mempercepat proses pengusutan kasus ini. "Sudah saya perintahkan, dan sudah di-back up," imbuhnya.
Sebelum insiden pembunuhan sadis terhadap si Kancil, warga Lumajang telah melaporkan adanya ancaman pembunuhan ke polisi setempat. Namun, Badrodin mengaku belum mendengar informasi tersebut. Dia menegaskan, harus dipastikan terlebih dahulu bagaimana ancaman yang dimaksud.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengaku beberapa hari sebelum peristiwa keji itu terjadi pihaknya sudah mendapat laporan dari warga soal adanya ancaman pembunuhan terhadap warga dari kelompok tertentu. Atas laporan itu, lanjut Argo, anak buahnya sudah menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran serta menginterogasi warga desa yang bersangkutan. Tapi, kata dia, mereka tidak tahu akan adanya pembantaian pada hari Si Kancil dan Tosan.
"Sebenarnya itu sudah ada respons dari polisi di lokasi. Tapi kejadian itu tidak bisa diantisipasi. Intinya kita punya pilar pilar di bawah, ada pihak polsek juga," jelas Argo saat dihubungi merdeka.com, Selasa (29/9).
Alhasil, kata dia, saat kejadian memang polisi tak satupun di lokasi. "Polisi di kantor polisi. Sekarang sedang mengungkap kenapa pembantaian itu bisa terjadi," sambungnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya