Dampak Banjir Aceh: Puluhan Ribu Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Dua bulan pasca bencana, puluhan ribu warga terdampak Banjir Aceh masih harus mengungsi di berbagai titik, menanti pemulihan kondisi.
Puluhan ribu warga Aceh masih harus bertahan di pengungsian, dua bulan setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah tersebut. Sebanyak 91.663 jiwa dari 24.280 kepala keluarga (KK) belum bisa kembali ke rumah mereka. Mereka tersebar di hampir seribu titik pengungsian di berbagai kabupaten/kota terdampak.
Data terbaru dari Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh menunjukkan bahwa jumlah pengungsi ini masih signifikan. Bencana yang terjadi sejak akhir November 2025 lalu ini telah menyebabkan dampak luas. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak terkait.
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengonfirmasi situasi ini pada Selasa (27/1). Pihak berwenang terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk pelayanan optimal.
Skala Dampak Bencana Banjir Aceh
Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh secara keseluruhan telah berdampak pada jutaan jiwa. Total 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK merasakan langsung akibatnya. Data ini menunjukkan betapa luasnya cakupan bencana di provinsi tersebut.
Selain jumlah pengungsi yang besar, tragedi ini juga menelan korban jiwa. Tercatat 562 orang meninggal dunia akibat bencana ini. Sebanyak 29 orang lainnya dilaporkan masih hilang dan belum ditemukan hingga kini.
Angka-angka ini menggambarkan keparahan situasi yang dihadapi Aceh. Upaya penanganan pascabencana menjadi sangat krusial. Fokus utama adalah pemulihan dan pemenuhan kebutuhan para korban.
Sebaran Pengungsi di Kabupaten/Kota Terdampak
Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak saat ini. Tercatat 33.261 jiwa atau 9.242 KK masih mengungsi di 210 titik. Kondisi di Aceh Utara memerlukan penanganan yang intensif.
Disusul oleh Kabupaten Gayo Lues dengan 18.944 jiwa (5.571 KK) di tujuh titik pengungsian. Kabupaten Pidie Jaya juga mencatat angka tinggi, yaitu 14.794 jiwa (4.037 KK) di 38 lokasi. Sebaran ini menunjukkan bahwa dampak banjir Aceh tidak merata.
Beberapa wilayah lain juga masih menampung pengungsi dalam jumlah signifikan. Aceh Tamiang memiliki 6.052 jiwa, Aceh Tengah 5.266 jiwa, dan Bireuen 4.888 jiwa. Wilayah-wilayah ini tersebar di puluhan hingga ratusan titik pengungsian.
Sementara itu, sejumlah daerah seperti Aceh Timur, Nagan Raya, dan Bener Meriah juga masih memiliki pengungsi. Bahkan, Pidie dan Kota Lhokseumawe masih melaporkan adanya warga yang bertahan di pengungsian. Ini menunjukkan kompleksitas penanganan bencana.
Upaya Penanganan dan Wilayah Tanpa Pengungsian
Murthalamuddin menegaskan komitmen pemerintah dan pihak terkait dalam penanganan bencana. Seluruh unsur bekerja maksimal untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Ini termasuk distribusi logistik dan layanan dapur umum.
Koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi pelayanan yang optimal bagi para korban. Tujuannya adalah agar setiap pengungsi mendapatkan dukungan yang memadai. Upaya ini menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat.
Di sisi lain, dari 18 kabupaten/kota yang sebelumnya terdampak, tujuh daerah telah pulih. Wilayah-wilayah tersebut adalah Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar. Daerah-daerah ini dilaporkan tidak lagi memiliki titik pengungsian.
Sumber: AntaraNews