Curhat Penerima PKH Dapat Bantuan Ayam Petelur: Janji Pelihara Sampai Berhasil
Pemberian ini bukan sekadar bantuan, melainkan juga mengharuskan para penerima untuk bertanggung jawab dalam memelihara ayam tersebut hingga dapat bertelur.
Sebanyak 100 orang yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) menerima masing-masing 24 ekor ayam petelur. Hibah ini berasal dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati yang terletak di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Namun, pemberian ini bukan sekadar bantuan, melainkan juga mengharuskan para penerima untuk bertanggung jawab dalam memelihara ayam tersebut hingga dapat bertelur. Setelah itu, telur yang dihasilkan akan dijual kembali ke koperasi, dan seluruh hasilnya akan menjadi milik para pemelihara.
Ismail, salah satu penerima manfaat, menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh pengurus KDMP. Dia bertekad untuk merawat ayam-ayam tersebut hingga mereka produktif bertelur.
Bantuan yang diterima oleh Ismail juga sangat lengkap. Selain 24 ekor ayam petelur, ia mendapatkan pakan dan obat-obatan untuk satu bulan pertama. Selain itu, Ismail juga menerima kandang modern yang memastikan ayam tersebut tidak kekurangan makanan dan minuman.
"Untuk bantuannya komplet. Untuk satu bulan ke depannya dapat pakan, obat-obatan. Selanjutnya dikelola bagaimana cara pemeliharaan ayam," ungkap Ismail pada Rabu (11/3).
Ia juga merasa senang karena pengurus KDMP Gejugjati tidak membiarkan para peternak baru ini berjalan sendiri. Mereka akan mendapatkan penyuluhan dan jika ada masalah, mereka tetap akan mendapat dukungan.
Ismail menambahkan bahwa mereka diingatkan untuk tidak menjual atau menyembelih ayam yang telah diberikan. Jika ada kematian ayam, mereka juga diminta untuk melaporkannya. Setelah ayam-ayam tersebut mulai bertelur, telur-telur itu akan dijual ke KDMP Gejugjati. Keuntungan dari penjualan telur sepenuhnya akan menjadi milik para pemelihara.
"Untuk penjualan telur, ditampung di koperasi, dikelola, dan untuk disalurkan di (dapur) MBG (Makan Bergizi Gratis)," jelasnya.
Ismail juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto karena telah membangun Koperasi Merah Putih yang memberdayakan masyarakat.
Maemunah, seorang penerima PKH berusia 36 tahun, juga merasakan kegembiraan yang sama. Setelah enam tahun menerima bantuan PKH, ini adalah pertama kalinya dia diberi kepercayaan untuk memelihara ayam.
"Disuruh ngrumati. Dipelihara. Nanti telurnya dijual. (Keuntungannya) ditabungkan (di Koperasi Merah Putih)," ujarnya.
Maemunah mengaku sudah memiliki pengalaman dalam memelihara ayam kampung di rumahnya, dan bantuan ini semakin memotivasi semangatnya untuk belajar lebih banyak tentang pemeliharaan ayam. "Terima kasih, Pak Presiden sudah dikasih bantuan ayam. Sangat membantu. Tambah jaya, Pak Presiden," katanya penuh rasa syukur.
Ayam petelur umumnya mulai bertelur pada usia 18 hingga 20 minggu atau sekitar 5 bulan. Masa produktif ayam ini berlangsung selama 100 pekan atau hingga 2 tahun. Dengan demikian, satu ekor ayam dapat menghasilkan antara 250 hingga 280 butir telur per tahun. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para penerima, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.