Cimahi Borong Dua Medali Emas di Lomba Dayung Nasional 2026 Semarang
Kontingen Cimahi tampil perkasa dengan memborong dua medali emas pada Lomba Dayung Nasional 2026 di Semarang, menunjukkan dominasi di kategori bergengsi Dragon Boat.
Kontingen dayung dari Cimahi berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua medali emas dalam Lomba Dayung Nasional 2026. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum Semarang (PU Tech) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Perlombaan tersebut berlangsung di lintasan air Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang.
Kemenangan ini menunjukkan dominasi Cimahi dalam kompetisi dayung tingkat nasional. Tim Dayung Pasundan Cimahi dan STKIP Pasundan Cimahi menjadi penyumbang medali emas. Mereka berhasil mengungguli pesaing-pesaing tangguh dari berbagai daerah di Indonesia.
Raihan dua medali emas ini menjadi bukti nyata dari persiapan panjang dan kerja keras para atlet. Prestasi ini juga menegaskan potensi besar Cimahi dalam olahraga dayung. Lomba ini sendiri bertujuan meningkatkan pembinaan atlet di lingkungan pendidikan vokasi dan unit kerja Kementerian Pekerjaan Umum.
Dominasi Cimahi di Kategori Dragon Boat
Pada babak final kategori Dragon Boat 500 Meter Mix Umum, Dayung Pasundan Cimahi berhasil menjadi juara. Mereka mencatatkan waktu impresif 2 menit, 33,22 detik di Sungai BKB, Semarang. Kemenangan ini diraih setelah persaingan ketat dengan Pasmar 2 dan Putra Silugonggo Pati.
Tidak hanya itu, tim STKIP Pasundan Cimahi juga menunjukkan performa luar biasa. Mereka merebut medali emas di kategori Dragon Boat 500 Meter Mix Pelajar/Mahasiswa. Dengan waktu 2 menit, 33,35 detik, mereka mengungguli Klub Jungkwatu Jatim dan Klub Jenggolo Sidoarjo.
Krisna Septiana, perwakilan Tim STKIP Pasundan Cimahi, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menyebut persiapan panjang telah dilakukan untuk menghadapi Lomba Dayung Nasional. Meskipun ada kendala lintasan yang kurang sejajar, hasil dua medali emas sangat memuaskan.
Kategori Lain dan Partisipasi yang Meningkat
Selain dominasi Cimahi, beberapa kategori lain juga menyajikan persaingan sengit. Pada kategori Dragon Boat 500 Meter UPT, BBWS Serayu Opak berhasil meraih medali emas. Mereka diikuti oleh Tim Dayung Panda BBWS Pemali Juana yang meraih perak, serta Politeknik PU dengan raihan perunggu.
Untuk kategori perorangan Stand Up Paddle 200 Meter Putra, medali emas diraih oleh Muhammad Fathur Rohman. Sementara itu, Septiani Dwi Azzahra berhasil menjadi yang terbaik di kategori putri. Lomba dayung nasional ini diikuti oleh 511 peserta dari berbagai daerah.
Direktur Politeknik PU Semarang, Ir. Brawijaya, menyoroti peningkatan jumlah peserta yang signifikan. Tahun ini, peserta mencapai 511 orang, naik dari sekitar 300 peserta pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan antusiasme yang terus bertumbuh terhadap olahraga dayung.
Komitmen Pengembangan Olahraga Dayung Nasional
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum, Lina Anggraini, menjelaskan tujuan utama lomba ini. Lomba dayung ini menjadi sarana penting untuk peningkatan dan pembinaan atlet. Ini mencakup lingkungan pendidikan vokasi dan seluruh unit kerja Kementerian Pekerjaan Umum.
Target peserta mencakup pelajar, mahasiswa, klub, umum, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Lina Anggraini berharap partisipasi dari unit kerja lain akan terus meningkat di masa mendatang. Saat ini, partisipasi masih didominasi oleh sektor sumber daya air.
Ke depan, BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Kolaborasi ini bertujuan untuk terus mengembangkan olahraga dayung di tingkat nasional. Politeknik PU Semarang juga menegaskan komitmennya dalam pengembangan olahraga dayung melalui penyelenggaraan lomba ini.
Sumber: AntaraNews