Cerita Suami Lilie Wijayati Sebelum Istrinya Mendaki Puncak Cartensz
Lilie Wijayati meninggal saat menaklukan gunung Cartenz Pyramid bersama sahabatnya Elsa Laksono.
Pegiat aktivitas luar ruang, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono merupakan sahabat dekat. Mereka meninggal dunia saat berusaha menaklukan gunung Cartenz Pyramid atau juga dikenal Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Papua.
Nama dua perempuan ini menghujani lini masa dalam beberapa waktu terakhir. Narasi kisah dramatis perjuangan mereka melawan cuaca buruk di Tengah perjalanan mendaki gunung dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut.
Bagi pendaki, puncak gunung ini merupakan lokasi yang prestisius untuk diraih. Beberapa alasannya adalah status sebagai satu di antara 7 Seven Summits dunia. Itu pula yang mungkin ada di benak Lilie dan Elsa.
Mereka sudah kenyang dengan pengalaman menaiki gunung. Mulai dari Gunung Bromo pada saat usia mereka 18 tahun, hingga berpijak di puncak Everest pada tahun 2019 lalu.
Momen itu dilalui dua perempuan alumni SMA Dempo Malang angkatan 1984. Lilie, perempuan kelahiran Malang 2 Oktober 1965 tetap menunjukkan kecintaannya pada kegiatan luar ruang di Tengah kesibukan sebagai seorang perancang busana untuk jenama La Belle Femme (LBF).
Begitu pula dengna Elsa. Perempuan kelahiran Malang, 24 Juli 1965 itu masih bertualang menaklukan gunung di sela profesi sebagai dokter gigi.
Perjalanan melintasi gunung harus berakhir. Nyawa mereka tidak terselamatkan gara-gara hipotermia karena cuaca buruk yang terjadi.
Berdasarkan penuturan suami Lilie Wijayati, Frigard H, istrinya berangkat dari Bandung menggunakan pesawat pada 23 Februari 2025 malam. Dia berangkat bersama dengan rombongan dari Jakarta menuju Timika.
Persiapan Hampir Setahun
Sebelum melakukan perjalanan, istrinya menyadari bahwa misi menaklukan Cartenz tidak akan mudah. Maka dari itu, persiapan dilakukan jauh-jauh hari, hampir satu tahun.
"Dia punya cita-cita, satu lagi lah katanya, (gunung) Carstensz yang ketujuh," kata dia mengenang kalimat dari mendiang istrinya.
Sebagai suami, dia memberikan dukungan sebisanya. Soal teori perjalanan menuju gunung, istrinya lebih paham. Pengalamannya pun tak bisa dibilang sedikit.
Beberapa gunung di Indonesia banyak yang berhasil didatangi. Di antaranya, gunung Kerinci, Semeru, Rinjani, Latimojang, Binaiya, dan Bukit Raya.
"Saya nganterin pada waktu latihan. Saya lihat dia oke (siap), peralatannya, kemampuannya juga cukup gitu ya,” terang dia.
Namun, takdir berkata lain. Istiri tercintanya belum berhasil memuncaki Cartenz. Cuaca buruk yang terjadi tidak bisa dihindari, hingga membuatnya terserang acute mountain sickness, yakni hipotermia Lilie Wijayati menjadi jasad terakhir yang dievakuasi petugas SAR.
Jenazah Lilie dan Elsa diterbangkan dari Timika menuju Bandung pada Senin (3/3) dan tiba sekitar pukul 22.00 WIB. Rencananya, Jenazah Lilie dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang pada Rabu (5/3).