Cerita Keluarga Menunggu Pulang Nurlaela, Korban Meninggal Kecelakaan KRL Bekasi
Keluarga resah manakala Nurlaela tak kunjung sampai rumah.
Mulyadi, masih mengingat jelas momen keluarga menunggu Nurlaela (37) pulang, Senin malam. Warga Kampung Ceger, Cikarang Timur, itu resah karena keponakannya tak kunjung sampai rumah. Padahal malam sudah makin larut.
Keluarga pun sudah menghubungi telepon genggamnya tak bisa. Berkali-kali dicoba nihil jawaban.
Hingga pada akhirnya, telepon milik Nurlaela menghubungi keluarga. Namun bukan suara keponakannya yang terdengar, melainkan orang lain.
Orang itu memberitahu bahwa Nurlaela menjadi korban kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Tetapi keberadaan Nurlaela sendiri belum diketahui.
“Kami sudah khawatir dari awal karena dia belum pulang. Ditelepon tidak diangkat. Pas diangkat, katanya handphone ada, tapi orangnya belum ditemukan,” katanya dikutip Antara, Selasa (28/4/2026).
Singkat cerita, usai mendapatkan informasi jenazah Nurlaela ditemukan, keluarga langsung mengurus untuk membawa pulang.
“Jam satu kami baru ketemu. Setelah itu langsung diurus dan dijemput. Sampai rumah jam tiga pagi,” ujar Mulyadi.
Di tengah duka itu, keluarga sedikit terhibur saat mengetahui kondisi jenazah Nurlaela masih utuh. Meski begitu, terdapat patah pada bagian kaki dan diduga ada luka dalam.
“Alhamdulillah tubuhnya utuh. Cuma kakinya patah, mungkin ada luka dalam,” ucap Mulyadi.
Guru SD Pejagan 11 Pulogebang, Baru Lulus S2
Nurlaela dikenal sebagai sosok yang sederhana dan tekun. Ia bekerja sebagai guru PNS di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur. Setiap hari, ia menempuh perjalanan dengan KRL, menuju tempat mengajarnya.
“Memang tiap hari naik KRL. Pagi dan sore, begitu terus,” kata Mulyadi.
Bagi keluarga, Nurlaela bukan hanya seorang guru. Ia adalah sosok pekerja keras yang tak banyak bicara, tapi selalu serius menjalani tanggung jawabnya.
Tiga bulan lalu, ia baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta.
“Dia itu orangnya ulet. Enggak banyak ngomong, tapi kerja terus. Baru lulus S2 juga, tiga bulan lalu,” kenangnya.
Nurlaela meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Jenazah Nurlaela dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.