Cerita 20 Pendaki Ilegal Tertangkap Basah saat Turun dari Gunung Merapi
Para pendaki ilegal ini mendaki dari Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menangkap 20 orang pendaki ilegal yang melakukan pendakian ke Gunung Merapi, Minggu (13/4). Para pendaki ilegal ini mendaki dari Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala BTNGM Muhammad Wahyudi membenarkan adanya penangkapan terhadap 20 orang pendaki ilegal di Gunung Merapi. Para pendaki ilegal ini diamankan oleh petugas BTNGM wilayah Boyolali yang dibantu petugas kepolisian.
"Petugas kami yang bertugas di Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah Boyolali dibantu petugas kepolisian mengamankan 20 pendaki ilegal," kata Wahyudi.
Kronologi Pendaki Ilegal Lolos Masuk Gunung Merapi
Wahyudi menceritakan para pendaki ilegal ini sengaja mendaki pada dini hari agar tidak terendus kegiatannya oleh petugas maupun masyarakat. Para pendaki ini mulai naik ke Gunung Merapi pada Minggu (13/4) pukul 02.00 WIB.
Wahyudi merinci para pendaki ilegal yang ditangkap ini berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang mahasiswa, pelajar SMA hingga pekerja.
"Mereka naik pukul 02.00 WIB untuk menghindari dilihat masyarakat maupun petugas Balai TNGM. Mungkin mereka saling berkomunikasi dan sudah janjian sebelumnya," terang Wahyudi.
Wahyudi membeberkan para pendaki ilegal ini ditangkap saat mereka turun dari mendaki Gunung Merapi. Petugas, kata Wahyudi sebelumnya telah mengamankan sepeda motor yang dipakai para pendaki di posko.
Usai ditangkap para pendaki ilegal ini dibawa ke Polsek Selo. Para pendaki ini akan dimintai keterangan dan didata.
Wahyudi menambahkan hingga saat ini aktivitas pendakian di Gunung Merapi masih ditutup. Hal ini disebabkan karena aktivitas kegunungapian di Gunung Merapi yang masih tinggi dan masih berada di level Waspada.