Capaian Gemilang Imigrasi Bandung: PNBP Lampaui Target 201 Persen di Tahun 2025 dengan Inovasi Digital
Capaian Imigrasi Bandung tahun 2025 sungguh luar biasa, melampaui target PNBP hingga 201 persen berkat inovasi digital dan peningkatan layanan. Bagaimana mereka melakukannya?
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang fantastis. Mereka berhasil melampaui target awal hingga 201,21 persen, menunjukkan efisiensi dan peningkatan layanan yang signifikan.
Total PNBP yang berhasil dihimpun mencapai Rp107,2 miliar, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp53,2 miliar. Capaian ini tidak lepas dari tingginya volume penerbitan dokumen perjalanan, khususnya paspor elektronik, yang diminati masyarakat Bandung.
Peningkatan ini juga didukung oleh berbagai inovasi digital yang diterapkan oleh Imigrasi Bandung, serta pengawasan ketat terhadap warga negara asing (WNA). Hal ini memastikan pelaksanaan tugas keimigrasian berjalan efektif, profesional, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Lonjakan PNBP dan Dominasi Paspor Elektronik
Realisasi PNBP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung pada tahun 2025 mencapai Rp107,2 miliar, sebuah angka yang mencengangkan karena melampaui target awal sebesar Rp53,2 miliar. Surplus ini berbanding lurus dengan tingginya volume penerbitan dokumen perjalanan yang mencapai 113.100 paspor.
Tren data tahun 2025 menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat Bandung yang masif ke arah digitalisasi layanan keimigrasian. Sebanyak 109.776 buku yang diterbitkan merupakan paspor elektronik laminasi, jauh melampaui paspor biasa yang tercatat hanya 1.174 dokumen.
Selain itu, penerbitan paspor elektronik polikarbonat juga mulai diminati dengan jumlah 2.150 dokumen, menandakan adopsi teknologi yang semakin luas. Dominasi paspor elektronik ini menjadi salah satu pendorong utama capaian PNBP Imigrasi Bandung yang luar biasa.
Inovasi “Maung” Dorong Peningkatan Layanan Imigrasi Bandung
Untuk mengimbangi lonjakan permohonan paspor dan meningkatkan kualitas pelayanan, Imigrasi Bandung mengandalkan tujuh inovasi unggulan yang diberi nama “Maung”. Inovasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian.
Salah satu inovasi yang paling berdampak adalah Maung Riung, sebuah layanan notifikasi status paspor yang telah terimplementasi sebanyak 66.129 kali. Inovasi lainnya seperti “Maung Jago” memfasilitasi pengantaran paspor bekerja sama dengan Gojek, memberikan kemudahan bagi pemohon.
Inovasi “Maung” lainnya meliputi Maung Lembur, Maung BAP Virtual, Maung Wani, Maung Empatik, dan Maung Ngampus. Berbagai inovasi ini menunjukkan komitmen Imigrasi Bandung dalam memastikan setiap pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian berjalan efektif dan profesional.
Pengawasan Ketat WNA dan Program Akselerasi Menteri
Di sisi penegakan hukum, fungsi pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) tetap diperketat oleh Imigrasi Bandung di tengah upaya peningkatan pelayanan. Langkah ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Pada tahun 2025, Imigrasi Bandung telah menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) kepada 80 orang WNA. Dari jumlah tersebut, sanksi deportasi mendominasi dengan 57 orang, diikuti pendetensian 42 orang, dan penangkalan sebanyak 36 orang.
Pengawasan ini diperkuat melalui 185 kegiatan pengawasan keimigrasian dan lima operasi gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Realisasi Program Akselerasi Menteri juga menjadi fokus utama, salah satunya melalui pembentukan Desa Binaan di Desa Margajaya, Kabupaten Bandung Barat, untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Lalu Lintas Keimigrasian dan Penghargaan Prestisius
Pada sektor lalu lintas keimigrasian, pemeriksaan intensif dilakukan di dua pintu gerbang utama yang berada di bawah wilayah kerja Imigrasi Bandung. Hal ini mencakup Pelabuhan Internasional Patimban dan Bandara Husein Sastranegara.
Di TPI Laut Pelabuhan Internasional Patimban, tercatat kedatangan 1.361 WNA dan keberangkatan 1.384 WNA. Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara melayani lalu lintas yang bersifat darurat, khususnya untuk evakuasi medis (MedEvac), dengan catatan kedatangan 40 WNA dan keberangkatan 43 WNA.
Menutup laporan kinerja tahun 2025, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung juga berhasil menyabet penghargaan Video Profile Instansi Terbaik Pertama pada Anugerah Humas Imigrasi Indonesia. Imigrasi Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan pada tahun 2026.
Sumber: AntaraNews