Calon hakim agung bela diri: Saya suka naik angkot & tak ada ajudan
Sebelumnya, Ibrahim ditanya soal kabar yang menyebut dirinya mengidap penyakit megalomania.
Calon hakim agung perdata, Ibrahim, mengikuti fit and proper test di Komisi III DPR. Dalam sesi tanya jawab, Anggota Fraksi NasDem Taufiqulhadi mengaku mendapatkan informasi bahwa Ibrahim punya penyakit psikologis megalomania, atau bentuk obsesi berlebihan terhadap dirinya sendiri karena merasa paling hebat, paling berkuasa dan paling besar.
Namun, Ibrahim membantah hal tersebut. Dia mengaku merupakan sosok yang sangat sederhana. Saat bepergian, dia mengaku sering naik angkutan umum.
"Mengenai gaya hidup yang dimaksud, kalau ke kampus kadang saya sering naek angkot," kata Ibrahim di ruang Komisi III DPR, Senin (29/8).
Tak hanya itu, dia mengaku saat berkiprah di Komisi Yudisial (KY) dan sedang ada dinas di daerah, dia mengaku tidak suka ditemani oleh ajudan. Dia mengaku hal ini merupakan sebuah bentuk kesederhanaan.
"Alhamdullilah praktik saya selama ini saya hidup sederhana. Saat saya di KY saya keluar saja tidak pernah pakai ajudan," ujarnya.
Sebelumnya, Dalam sesi tanya jawab, Taufiqulhadi dari Fraksi Partai NasDem memaparkan hasil penelusuran rekam jejak yang dilakukannya terhadap Ibrahim. Dia mengaku telah menemukan dua informasi saling bertolakbelakang tentang mantan Komisioner KY itu.
Sumber pertama menyebut Ibrahim sebagai sosok yang humble. Namun sumber lain menyebutkan kalau Ibrahim punya penyakit psikologis megalomania, atau bentuk obsesi berlebihan terhadap dirinya sendiri karena merasa paling hebat, paling berkuasa dan paling besar.
"Yang saya dengar, Bapak kalau ke restoran itu, maka restoran harus ditutup. Dan kalau di kampus, semuanya harus dibersihkan. Tolong Bapak jelaskan apakah betul atau tidak?," tanya Taufiqulhadi ke Ibrahim.
Baca juga:
Komisi III tanya Ibrahim: Apa benar kalau ke restoran harus ditutup?
Masinton sebut KY asal-asalan pilih calon hakim agung
Hakim gugat UU Pengangkatan Hakim Agung: Hakim bukan hanya akademis
KY: Kehadiran hakim nonkarier tetap diperlukan
Seleksi hakim agung, 4 calon dicecar Syafii Maarif & Harifin A Tumpa
Anggaran KY dipotong, seleksi calon hakim agung tak terpengaruh
Banyak calon Hakim Agung dinilai punya rekam jejak bermasalah