LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Busyro curiga ada kriminalisasi Islam dalam pemberantasan terorisme

Busyro menilai sikap istri Siyono yang menolak uang dari polisi dinilai tamparan keras bagi Kepolisian.

2016-03-30 15:19:29
Terorisme
Advertisement

Ketua PP Muhammadiyah bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas mencurigai adanya upaya kriminalisasi Islam sebagai agama, ajaran dan sistem nilai. Hal tersebut tampak dari pola-pola pemberantasan terorisme yang mirip dengan cara orde baru menghilangkan orang.

"Dulu yang dikorbankan itu rakyat, sekarang sama juga rakyat, dihilangkan nyawanya, tapi lebih spesifik lagi sekarang kriminalisasi Islam. Ada pelibatan simbol Islam yang digunakan polisi. Islam sebagai agama, ajaran dan sistem nilai dikriminalisasi, sekarang umatnya juga," katanya pada wartawan di kantor PP Muhammadiyah, Rabu (30/3).

Dalam kasus Siyono yang didampinginya, Busyro menduga Polri juga tampak memiliki nalar tidak sehat. Setelah membunuh Siyono, Polisi lantas memberikan uang bungkam kepada istrinya, Suratmi.

"Sudah dibunuh, lalu memberikan uang supaya tidak menuntut. Suami dibunuh, istrinya dibungkam, lihat dada suaminya setelah tewas pun tidak boleh," terangnya.

Penolakan pemberian uang dua bungkus dari polisi oleh Suratmi sebenarnya merupakan tamparan telak bagi Kepolisian. Ternyata uang tidak membuat Suratmi bungkam.

"Orang seperti istrinya Siyono ini orang yang berintegritas. Dia tahu suaminya harus dibela, uang sebesar apa pun tidak akan bisa membungkamnya," tegasnya.

Baca juga:
Ganjar akui ideologi ISIS jadi masalah besar di Jawa Tengah
Busyro bantah penundaan autopsi Siyono karena penolakan warga
Mahar nyawa perkawinan teroris Santoso
Busyro minta Densus 88 ingat keluarga supaya tak bertindak brutal
Ini sosok Santoso, teroris paling dicari Indonesia dan AS
Ketua DPR minta publik tak terpecah soal pemberantasan terorisme
'Jangan sampai terorisme dijadikan proyek apalagi untuk pencitraan'

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.