Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar akui ideologi ISIS jadi masalah besar di Jawa Tengah

Ganjar akui ideologi ISIS jadi masalah besar di Jawa Tengah Abu Sayyaf gabung ISIS. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengakui, salah satu persoalan besar yang dihadapinya saat ini adalah ideologi yang melenceng dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Banyak warga Jateng yang terpengaruh ideologi sesat, contohnya mereka yang bergabung dengan ISIS.

"Jateng ini ada problem besar. Ada persoalan ISIS. Secara ideologi, itu pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana menyelesaikan persoalan itu," tegas Ganjar Pranowo saat acara Dies Natalis ke 51 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Kawasan Sekaran, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (30/3).

Ganjar menegaskan, ideologi yang melenceng itu tidak bisa ditolerir. Demi menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Tidak boleh bergeser satu milimeter pun, maka tugas kita menyampaikan ke masyarakat soal NKRI," tegasnya.

Mantan anggota Komisi II DPR ini menceritakan pengalamannya bersama muspida Jawa Tengah mengurus warga eks anggota Gafatar yang dideportasi dari Kalimantan kembali ke kampung halamannya di Pulau Jawa. Dia mengatakan, eks anggota Gafatar banyak ditolak daerah yang dulu jadi tempatnya tinggal. Politisi PDIP itu menyayangkan warga yang tak bisa menerima eks anggota Gafatar.

"Jika spiritnya mendidik dan merawat warga, mereka harus diterima dan dibina. Itu yang kami lakukan. Ketika ada daerah yang tidak menghendaki, biarlah mereka hidup di Jateng dan dibina," paparnya.

Ganjar meminta kalangan akademisi terjun langsung di masyarakat untuk memberikan sosialisasi dan upaya mewujudkan metode bela negara. Akademisi diharapkan tidak hanya berkutat di dalam kampus saja dan bergelut dengan ilmu teori. "Ayo bersama-sama turun ke lapangan. Selesaikan persoalan ini secara bersama-sama dan saling bahu membahu," ucapnya.

Selain Ganjar Pranowo, hadir dalam acara Natalis di Unnes diantaranya Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menristek Dikti M Nasir, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan lain-lainya. SBY menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Maju Abad 21.

Unnes Jawa Tengah juga memberikan penghargaan bergengsi terhadap lima tokoh yang dinilai peduli pada pendidikan dan konservasi lingkungan. Rektor Unnes Semarang Faturrahman memberikan secara langsung anugerah konservasi lingkungan tahun 2016 tersebut.

SBY menerima penghargaan utama berupa anugerah Upakaratama Reh Adiwangsa. Mantan Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, Mantan ketua KONI Rita Subowo, Guru besar UI Riri Fitria Sari dan Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi M Nasir juga mendapat penghargaan.

Menurut Faturrahman, para tokoh diberikan penghargaan karena terbukti memberikan dedikasi tinggi pada dunia pendidikan.

"Pak M Nuh misalnya, membantu kaum papa, memberikan fasilitas dan mimpi pada ratusan ribu rakyat miskin, serta pendidikan dengan program terluar dan terdepan. Kami berikan anugerah Upakara Bagyaning Sasana," jelasnya.

Rita Subowo diberi penghargaan Upakara Bhirawa Santosa karena berhasil mengembangkan dunia olahraga. Dia juga disebut mengembangkan olahraga dengan cinta.

Sementara Riri Fitria diberi Upakara Dayaning Bawana karena berkontribusi penting dalam penelitian-penelitian berbasis lingkungan. M Nasir mendapat anugerah Upakarti Udyakarya Guna yang dinilai berhasil mensinergikan penelitian dan bisnis, serta pengembangan riset.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP