Bus Pemudik dari Sumbar ke Bandung Kecelakaan di Batanghari Jambi, Dua Orang Meninggal Dunia
Dua orang bernama Vivi Violanti (44) dan Khenzo Putra (5) meninggal dunia dalam tersebut.
Mobil bus ANS angkutan mudik lebaran dari Sumatera Barat yang hendak menuju ke Bandung mengalami kecelakaan di Kabupaten Batanghari, Jambi. Dua orang bernama Vivi Violanti (44) dan Khenzo Putra (5) meninggal dunia dalam tersebut.
Kasat Lantas Polres Batanghari Iptu Agung Prasetyo membenarkan kecelakaan tunggal itu. Kecelakaan terjadi tepatnya di Jalan Lintas Muara Bulian-Jambi, RT 17, Kelurahan Teratai Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, sekira pukul 00.10 WIB
"Benar telah terjadi kecelakaan bus dari arah Sumatera Barat menuju Bandung pada dini hari tadi," kata Agung.
Identitas Korban
Agung menerangkan ada 32 orang penumpang bus tersebut. Dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Adapun dua orang korban meninggal dunia itu ialah, Vivi Violanti (44) dan Khenzo Putra (5). Keduanya merupakan warga Padang, Sumbar.
Menurut dia, sopir bus ANS bernama Naldi (46) mengalami kecelakaan tunggal di Batanghari. Diduga mengantuk saat mengendarai bus sehingga keluar jalur dan terguling.
Sopir Tersangka
Sementara itu, Dirlantas Polda Jambi Kombes Dhafi mengatakan bahwa penetapan tersangka sopir bus rute Padang-Bandung tersebut. Menurut dia, sopir sudah diamankan di Polres Batanghari.
"Sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sudah kita amankan di Polres (Batanghari)," ujar Dhafi, saat dikonfirmasi Jumat (28/3).
Dhafi menambahkan untuk penumpang bus yang mengalami luka ringan sudah diberangkatkan menuju arah Bandung. Sedangkan, korban meninggal dunia telah diantar kembali ke kampung halamannya.
"Sejumlah penumpang sudah kita berangkatkan ke arah tujuan ke Jakarta dan Bandung. Untuk korban meninggal dunia sudah dibawa ke kampung halaman di Padang, Sumatera Barat," kata dia.
Sopir Negatif Narkoba
Setelah kecelakaan, Dhafi mengatakan, kepolisian telah melakukan tes urine terhadap sopir bus, hasilnya negatif narkoba. Dia memastikan bahwa sebelum kecelakaan sopir tersebut mengantuk sehingga membanting setir saat berada di kanan jalan.
"Sopirnya mengantuk, dia memaksakan membawa kendaraan padahal sudah mengantuk. Jadi langsung pada saat ngantuk dia bantir setir ke kanan sehingga terperosok ke pohon-pohon di pinggir jalan," kata Dhafi.
Terkait kasus sopir mengantuk, kepolisian sangat menyayangkan kejadian itu. Padahal kepolisian telah memberi peringatan melalui spanduk di pinggir jalan agar berhenti berkendara jika dalam keadaan mengantuk. Untuk itu, pos pengamanan maupun pelayanan pada Operasi Ketupat, kepolisian menyiapkan tempat untuk para sopir beristirahat.
"Spanduk himbauan sudah kita buat di ruas jalan, ini juga masih kejadian. Jadi saya sudah perintahkan jajaran untuk 12 pos pengamanan di seluruh Jalan Lintas Sumatera di Provinsi Jambi. Jadi untuk kendaraan umum yang membawa pemudik menjelang hari raya Idulfitri, kita akan berhentikan dan kita akan cek sopirnya mengantuk atau tidak. Kalau dia mengantuk kita suruh istirahat, kalau tidak kita suruh lanjutkan perjalanan," tutup dia.