Bupati Berau Ajak **Kampung Kreatif** Gali Potensi Lokal Demi Status Mandiri
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mendorong seluruh **kampung kreatif** untuk mengoptimalkan potensi lokal, seperti udang galah dan pariwisata alam, guna mengejar status desa mandiri sesuai Permendesa PDTT Nomor 9 Tahun 2024. Simak upaya mereka di sini!
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara aktif mengajak seluruh elemen di kampung-kampung kreatif untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong desa-desa di wilayahnya mencapai status maju hingga mandiri, sejalan dengan amanat Permendesa PDTT Nomor 9 Tahun 2024 tentang Indeks Desa. Regulasi ini menjadi tolok ukur objektif untuk menilai kemajuan dan kemandirian desa di Indonesia.
Setiap desa atau kampung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyimpan keunikan dan keunggulan yang berbeda, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga potensi wisata dan budaya. Keberagaman potensi ini merupakan modal besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Bupati menekankan pentingnya identifikasi dan pengembangan potensi-potensi tersebut sebagai langkah strategis.
Sebagai contoh, Kampung Pulau Besing di Kecamatan Gunung Tabur disebut memiliki potensi luar biasa yang tidak hanya terbatas pada sektor perikanan, khususnya udang galah, tetapi juga pariwisata alam berbasis sungai. Potensi ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga setempat.
Menggali Kekayaan Potensi Lokal di Berau
Kabupaten Berau diberkahi dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, tercermin dari beragamnya potensi di setiap desa. Mulai dari hasil bumi pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga daya tarik wisata dan warisan budaya, setiap kampung memiliki ciri khasnya sendiri. Potensi ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Kampung Pulau Besing, misalnya, merupakan salah satu contoh nyata kekayaan potensi ini. Selain dikenal dengan kelimpahan udang galah sungai, kampung ini juga menawarkan keunikan alam yang mampu menarik wisatawan. Di sana terdapat habitat alami bekantan yang populasinya diperkirakan mencapai ribuan ekor, menjadikannya daya tarik ekowisata yang langka.
Tidak hanya bekantan, Pulau Besing juga menjadi rumah bagi berbagai hewan endemik lainnya seperti burung elang laut dada putih, burung enggang (rangkong), burung king fisher, dan bangau putih. Bahkan, kampung ini menjadi habitat bagi ratusan ribu ekor kelelawar besar. Keberadaan satwa-satwa ini menambah nilai jual Pulau Besing sebagai destinasi wisata alam.
Udang Galah dan Pariwisata Berkelanjutan di Pulau Besing
Melimpahnya udang galah di Kampung Pulau Besing tidak lepas dari kondisi Sungai Pulau Besing yang masih terjaga kelestarian ekosistemnya. Masyarakat lokal juga menerapkan metode penangkapan udang galah secara tradisional yang tidak merusak alam maupun habitatnya, sehingga populasi udang dapat terus berkembang biak secara alami. Praktik berkelanjutan ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Kekayaan alam ini merupakan anugerah yang harus dijaga bersama agar berkelanjutan, tidak hanya sebagai sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bupati Sri Juniarsih Mas mengapresiasi pemerintah kampung setempat yang terus berinovasi dalam menggali dan mengembangkan potensi ini, termasuk melalui penyelenggaraan lomba memancing udang.
Lomba memancing udang yang kerap digelar dalam skala kampung, kecamatan, hingga kabupaten, tidak hanya berfungsi untuk memeriahkan desa, tetapi juga efektif dalam memperkenalkan potensi lokal dan menarik minat wisatawan. Kegiatan ini menjadi ajang promosi yang efektif untuk mengangkat nama Pulau Besing ke kancah yang lebih luas.
Dari Desa Maju Menuju Mandiri: Dukungan dan Apresiasi Bupati
Bupati Berau memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah kampung dan masyarakat Pulau Besing atas kreativitas mereka dalam mengembangkan potensi lokal. Salah satu kegiatan yang mendapat sorotan adalah Semarak Fun Fishing Udang Galah 2026 Kampung Pulau Besing, yang digelar belum lama ini dengan melibatkan Asosiasi Pemancingan Republik Indonesia (APRI) Berau serta pemerintah daerah.
Gema dari kegiatan semacam ini dinilai dapat terasa hingga berbulan-bulan, sehingga Bupati menyarankan agar acara serupa sering diadakan. Ini merupakan strategi efektif untuk menjaga minat wisatawan dan terus mempromosikan keunikan Pulau Besing. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas, sangat krusial dalam upaya pengembangan ini.
Berdasarkan Indeks Desa, Kampung Pulau Besing saat ini telah berstatus maju. Melalui kreativitas pemerintah kampung dan masyarakatnya dalam pengembangan udang galah, wisata susur sungai, dan potensi lainnya, serta dukungan dari berbagai pihak, Bupati Sri Juniarsih Mas optimistis bahwa Pulau Besing mampu meraih status desa mandiri pada tahun depan.
Sumber: AntaraNews