Budi Waseso akui ada upaya jaringan narkoba rekrut anggota BNN
Namun BNN sudah berupaya melakukan pembenahan di internalnya masing-masing terkait dugaan perekrutan tersebut.
Kepala BNN Budi Waseso mengakui, banyak godaan yang dialami para petugas di jajarannya untuk menjadi bagian dari jaringan narkotika. Hal ini diyakininya, karena para pengedar narkotika dan jaringannya itu merasa harus menginfiltrasi BNN, agar bisnis barang haram mereka tersebut bisa berjalan lancar.
"Upaya merekrut orang di internal BNN pun pasti ada, agar mereka bisa buat jaringannya di sini (BNN)," kata Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/8).
Waseso menilai, agar para aparat penegak hukum dan prajurit TNI tidak terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika, maka ketiga institusi ini pun sudah berupaya melakukan pembenahan di internalnya masing-masing.
Oleh karenanya, Waseso berharap agar Haris Azhar mau menjelaskan kesaksiannya tentang pengakuan Fredi Budiman secara terbuka, agar upaya penelusuran di internal BNN bisa dilakukan secara optimal.
"BNN sudah menyelidiki di internal, Kapolri sudah, Panglima TNI juga sudah menindak anggotanya yang terlibat. Sebetulnya semua sudah kita lakukan, hanya tuduhan yang sekarang ini kan beda. Sudah ada orangnya tapi nggak jelas," kata Waseso.
"Saya berterima kasih kepada saudara Haris, manakala (masalah) ini bisa dijelaskan secara terbuka. Karena kita mau, 'Bagaimana mereka mau bersih kalau kitanya nggak bersih?. Bahkan, banyak BNN di provinsi lain yang melanggar kode etik pun, akan kita tindak," pungkasnya.
Baca juga:
BNN sebut ada 72 jaringan narkoba internasional sasar di Indonesia
BNN investigasi internal buktikan kesaksian Fredi Budiman
BNN sebut Haris Azhar sembarangan soal testimoni Fredi
Budi Waseso: BNN sudah clean!
BNN tegaskan ocehan Haris Azhar harus diselesaikan secara hukum
BNN musnahkan 70 kg sabu dari jaringan Fredi Budiman
DPR ingin dilibatkan dalam tim khusus testimoni Freddy Budiman