Brigjen Nurul Azizah Bekali 456 Siswa Polwan: Jadilah Pelindung Perempuan dan Anak
Dengan pembekalan ini, diharapkan para Polwan muda membawa semangat Polri Presisi dalam melindungi kelompok rentan dengan profesionalisme dan empati tinggi.
Direktur Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dirtipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, memberikan pembekalan kepada 456 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuk Ba) Polwan Angkatan ke-57 dan Diktuk Bakomsus Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 di Sepolwan, Jakarta.
Acara berlangsung di Gedung Widya Warapsari dan dihadiri para pejabat utama Polwan Lemdiklat Polri, termasuk Kasepolwan, serta jajaran Kasubdit PPA PPO Bareskrim Polri. Para siswa terdiri dari 297 peserta reguler dan 159 peserta Bakomsus.
Dalam sambutannya, Kasepolwan Lemdiklat Polri menyampaikan apresiasi atas kehadiran Brigjen Nurul dan menekankan pentingnya pembekalan ini menjelang pelantikan.
“Dua hari lagi para siswa ini akan resmi dilantik sebagai Brigadir Polisi Dua. Pembekalan ini akan menjadi bekal penting untuk penugasan ke depan,” ujar Kasepolwan.
Polwan Garda Terdepan Perlindungan Perempuan dan Anak
Brigjen Nurul mengusung tema “Peran Strategis Polwan sebagai Garda Terdepan dalam Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Program Polwan Wajib PPA.”
Ia menekankan pentingnya kepekaan dan empati dalam menangani korban kekerasan serta kesiapan mental sebagai pelindung di lapangan.
“Kita adalah wajah Polri yang pertama kali hadir bagi korban. Maka jadilah pelindung di mana pun kalian bertugas,” tegas Brigjen Nurul.
Brigjen Nurul juga memperkenalkan program unggulan bertajuk “Rise and Speak”, hasil kolaborasi antara SSDM Polri dan Dirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik; memperkuat kapasitas aparat penegak hukum dan mendorong sinergi lintas sektor dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang.
“Rise and Speak bukan hanya kampanye, tetapi gerakan konkret. Kita ingin Polwan menjadi agen perubahan yang membangkitkan keberanian korban untuk bersuara,” jelasnya.
Mengakhiri pembekalan, Brigjen Nurul menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh siswa Polwan yang hadir.
“Tunjukkan bahwa kita, para Polwan, hadir dengan ketulusan, keberanian, dan kompetensi. Jadilah simbol harapan bagi perempuan dan anak Indonesia,” pungkasnya.
Dengan pembekalan ini, diharapkan para Polwan muda membawa semangat Polri Presisi dalam melindungi kelompok rentan dengan profesionalisme dan empati tinggi.