LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPT: Kampus mampu cegah radikalisme

Hamli menegaskan, sejumlah kampus sudah melakukan kerja sama dengan BNPT dan lembaga lain. Karena memang upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan banyak pihak.

2018-07-31 23:45:00
Radikalisme
Advertisement

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjend Pol Hamli menilai, perguruan tinggi mampu melakukan upaya pencegahan terhadap paham radikalisme di kampusnya.

Untuk itu, dia meminta, perguruan tinggi melakukan terobosan, termasuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak guna mencegah para mahasiswa terpapar paham radikalisme.

"Pihak BNPT hanya mengantarkan saja. Setelah itu biar temen-temen di universitas sendiri yang melakukannya. Karena kami tidak punya sumberdaya manusia yang cukup untuk melakukan sendiri," kata Hamli usai menjadi nara sumber Seminar Radikalisme di Kampus di Universitas Brawijaya Malang, Selasa (31/7).

Advertisement

Hamli menegaskan, sejumlah kampus sudah melakukan kerja sama dengan BNPT dan lembaga lain. Karena memang upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan banyak pihak.

Dia menjelaskan, Kemenristek Dikti juga telah mengumpulkan para rektor pada Juni lalu, dan semuanya sepakat untuk melakukan pencegahan. Kampus menjadi satu simpul-simpul dalam mencegah penyebaran paham radikalisme.

"Kita menyadari bahwa memang barang (radikalisme) ini ada. Kita harus sama-sama melakukan pencegahan paham-paham radikalisme bersama-sama kampus," ujarnya.

Advertisement

Hamli juga mendorong universitas bekerja sama dengan pihak lain termasuk TNI dalam kaitan pencegahan.

"Saya pikir universitas bisa bekerja sama dengan siapapun untuk kebaikan bangsa ini, untuk kebaikan mahasiswanya juga. Kan kasihan orang tuanya, punya anak jadi seperti itu kan nggak enak juga," pungkasnya.

Baca juga:
Pengadilan nyatakan JAD terlarang, Polri lebih mudah tangkap terduga teroris
Soal paham khilafah, JPU akui tidak memasukkan dalam tuntutan pembubaran JAD
Sia-sia dan tak ada gunanya, alasan JAD tak banding vonis pembekuan
Sosok di balik pemahaman radikal ISIS dipastikan tewas
Ustaz Abdul Somad: Masjid penceramahnya menyampaikan ujaran kebencian hanya 6 persen
Ustaz Somad cerita tak masuk 200 mubalig Menag dan dituduh radikal di Semarang

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.