BNPB Ungkap Penyebab Banjir Semarang yang Bertahan Hingga 10 Hari
Meski hujan masih turun, Suharyanto optimistis banjir akan terkendali dalam waktu dekat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa faktor alam menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Semarang yang bertahan hingga lebih dari 10 hari.
"Penyebabnya tentu saja adalah curah hujan yang cukup ekstrem," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto saat meninjau banjir di Semarang, Senin (3/11).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jawa Tengah masih berpotensi diguyur hujan secara masif. "Jadi untuk Jawa Tengah sampai dengan awal tahun 2026,” ungkapnya.
Meski hujan masih turun, Suharyanto optimistis banjir akan terkendali dalam waktu dekat. "Dua sampai tiga hari ke depan kami pastikan semuanya sudah kering dan terkendali,” ujarnya.
Meski sebagian wilayah masih tergenang, ia menilai kondisi banjir kini jauh membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.
"Syukur Slhamdulillah, sekarang sudah relatif lebih baik. Kalau dari pusat kota ke lokasi-lokasi banjir, genangannya tinggal sedikit-sedikit," jelasnya.
Komunikasi dengan Pemerintah Pusat
Hujan lebat yang terjadi sejak Rabu siang hingga malam membuat beberapa titik di Kota Semarang kebanjiran termasuk Stasiun Semarang Tawang. Sejumlah perjalanan kereta terganggu. (Dok PT KAI)
@ 2024 merdeka.comPemerintah pusat dan Pemerintah Daerah sudah beberapa kali berkomunikasi untuk menangani banjir di Kota Semarang. "Hasil pembicaraan secara terpadu sudah ketemu penyebabnya,” ujarnya.
Sebagai upaya mencegah dan mengurangi potensi dampak bencana yang lebih masif, pemerintah melalui BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum dan seluruh komponen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah melakukan langkah-langkah yang lebih besar secara terstruktur.
BNPB telah menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 10 hari di wilayah Jawa Tengah demi mendukung percepatan penanganan darurat sekaligus mitigasi banjir. Bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) telah ditaburkan ke bibit awan hujan demi mengurangi curah hujan di wilayah yang terdampak banjir.
Penanganan Darurat
Hujan lebat yang terjadi sejak Rabu siang hingga malam membuat beberapa titik di Kota Semarang kebanjiran termasuk Stasiun Semarang Tawang. Sejumlah perjalanan kereta terganggu. (Dok PT KAI)
@ 2024 merdeka.comHarapannya, penanganan darurat dapat segera diselesaikan tanpa terganggu dengan datangnya hujan maupun banjir kiriman.
"Di udara kita telah melakukan OMC dengan mengerahkan dua pesawat untuk mereduksi hujan,” jelasnya.
Sementara di darat, pompanisasi untuk menguras kolam retensi sebagai penampungan dan pembuangan genangan banjir terus dilakukan. Mesin pompa ditambah dan yang terkendala sudah ditangani sehingga dapat bekerja secara maksimal.
"Di bawah (darat) sudah ada rencana besar untuk pengendalian banjir. Kita sudah melakukan penambahan dan perbaikan pompa yang rusak,” pungkasnya.