LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNN sebut Haris Azhar sembarangan soal testimoni Fredi

Slamet merasa uang Rp 450 juta kepada pejabat BNN dirasa sulit untuk diberikan.

2016-08-04 13:02:23
BNN
Advertisement

Aktivis KontraS Haris Azhar menyebut dalam testimoni terpidana mati kasus narkoba, Fredi Budiman, ada suap Rp 450 miliar kepada pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN). Pernyataan Haris itu dianggap sembarangan.

Hal itu disampaikan Kabag Humas BNN Slamet Pribadi di Samarinda, Kamis (4/8). Seharusnya, kata dia, Haris segera menyampaikan informasi itu kepada pihak BNN dan tidak langsung ke publik. Apalagi Haris dianggapnya kenal dengan dirinya.

"Untuk itu, menginformasikan jangan sembarangan, langsung dibuka, ada saluran-saluran. Haris kan sudah kenal dengan saya, Pak Slamet, ini lah tolong sampaikan Pak Buwas (Budi Waseso, Kepala BNN). Jangan langsung," kata Slamet.

Slamet merasa uang Rp 450 juta kepada pejabat BNN dirasa sulit untuk diberikan. Duit sebesar itu tentu tidak bisa ditransfer sembarangan.

"Oleh karena itu, apapun dia sampaikan, itu bagian dari pemeriksaan. Soal (narkoba) dari China, CCTV, uang Rp 450 miliar. Itu bukan uang kecil, kalau dipindahkan secara fisik, berapa mini bus?" ujarnya.

"Kalau transfer, pasti ketahuan, baik pengirim maupun penerima karena profil pengirim dan penerima tetap. Itu gambaran singkat," tambahnya.

Terkait keterlibatan BNN, Slamet enggan institusinya disalahkan. Dia merasa peran masyarakat justru lebih penting maraknya peredaran narkoba.

"Masyarakat sebagai beking. Indikator peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba itu ada tiga. Pertama, indikator pengirim yang mengirim narkoba. Kedua, penegak hukum dan penegakan hukum, apakah tetap jadi beking, membiarkan? Indikator ketiga, korban pengguna narkotika. Apakah masih mengonsumsi atau tidak? Kalau masih mengonsumsi, maka teori supply and demand, permintaan dan penawaran akan berlaku," terang Slamet.

Advertisement

Baca juga:
Kasus Haris Azhar, Polri minta netizen tanggungjawab sebar informasi
BNN investigasi internal buktikan kesaksian Fredi Budiman
BNN tegaskan ocehan Haris Azhar harus diselesaikan secara hukum
Wantimpres minta testimoni Freddy Budiman diusut tuntas
Cerita Polri sisir pleidoi Freddy Budiman hingga bidik Haris Azhar
Haris takut tim khusus Polri terkait testimoni Freddy diintervensi

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.