BMKG Pastikan Objek Bercahaya di Langit Malang Puing Roket, Bukan Rudal
Warga Malang dihebohkan objek bercahaya di langit, namun BMKG memastikan fenomena "space jellyfish" ini adalah puing roket Malang yang terbakar, menepis spekulasi rudal.
Warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, dihebohkan dengan penampakan objek bercahaya yang melintas di langit pada Sabtu (11/4) malam. Fenomena ini memicu berbagai spekulasi di media sosial, termasuk dugaan bahwa objek tersebut adalah rudal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan klarifikasi terkait insiden ini. BMKG memastikan objek bercahaya tersebut bukan rudal, melainkan kemungkinan besar merupakan puing roket antariksa.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa analisis awal menunjukkan objek itu adalah sisa roket yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Penjelasan ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat dan meluruskan informasi yang beredar.
Klarifikasi BMKG tentang Objek Misterius
Ricko Kardoso dari BMKG Malang menegaskan bahwa objek yang terlihat di langit Malang bukanlah rudal. Analisis awal BMKG mengindikasikan bahwa objek tersebut sangat mungkin adalah puing antariksa dari roket. Puing ini terbakar ketika turun melalui atmosfer Bumi, menciptakan pemandangan yang mencolok.
Fenomena ini menunjukkan karakteristik yang disebut "space jellyfish" atau ubur-ubur antariksa. Efek ini terjadi ketika asap buangan roket memantulkan sinar matahari, membentuk jejak bercahaya di langit.
Ricko menjelaskan bahwa "space jellyfish" muncul sebagai cahaya yang memanjang. Cahaya ini menciptakan ekor asap yang membentang, memberikan ilusi bentuk seperti ubur-ubur.
Fenomena "Space Jellyfish" dan Contoh Sebelumnya
Fenomena "space jellyfish" sering dikaitkan dengan roket-roket seperti Long March CZ-3B milik Tiongkok. Asap buangan roket tersebut memantulkan sinar matahari pada ketinggian tinggi dengan latar belakang langit gelap.
Ricko Kardoso menambahkan bahwa penampakan serupa telah terjadi secara berkala di berbagai wilayah Indonesia. Kejadian ini termasuk di Lampung pada 4 April dan di Natuna, Kepulauan Riau, pada 9 April tahun ini.
Kemunculan objek bercahaya ini bukan kali pertama dan merupakan fenomena alamiah. BMKG terus memantau dan menganalisis setiap laporan untuk memberikan informasi akurat kepada publik.
Lokasi Kemunculan dan Imbauan Publik
Objek bercahaya dilaporkan terlihat di atas langit Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, pada Sabtu (11/4). Video amatir mengenai penampakan ini diunggah di Instagram oleh akun @malang_kidulan.
Keterangan dalam unggahan tersebut menyebutkan, "Warga Malang selatan dibuat bingung oleh fenomena langit yang diduga rudal pada pukul 18.46 waktu setempat. Seperti yang terlihat dalam video, objek bergerak cepat di sepanjang jalur horizontal pada jarak yang jauh."
Ricko Kardoso juga menyatakan bahwa peristiwa semacam ini lebih mungkin terlihat di dekat khatulistiwa. Wilayah ini merupakan tempat banyak satelit mengorbit dan puing-puing antariksa dapat masuk kembali ke atmosfer.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik jika mengamati fenomena serupa di masa mendatang. Penjelasan ilmiah diharapkan dapat mencegah kepanikan dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Sumber: AntaraNews