Bimbim: Lambang palu arit sudah enggak jadi momok menakutkan lagi
"Tapi ya sudah lah itu kan sudah lama, itu kan isu lama, sudah enggak laku," kata Bimbim.
Penabuh drum band Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim mengomentari penangkapan penjual kaos berlambang palu arit. Pentolan grup band Slank ini menilai banyak masyarakat Indonesia yang belum terlalu paham dengan simbol palu dan arit.
"Ya gimana ya? Ya mereka kan enggak tahu, banyak juga yang masih belum tahu itu lambang apa," ujar Bimbim kepada merdeka.com di Markas Slank Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/5).
Bimbim berpendapat bahwa isu lambang palu dan arit ini adalah isu yang sudah lampau dan tidak sepatutnya ditakutkan.
"Tapi ya sudah lah itu kan sudah lama, itu kan isu lama, sudah enggak laku jadi sudah enggak jadi momok yang menakutkan lagi," ujar Bimbim.
Seperti diketahui, tim gabungan Polda Metro Jaya serta Intel Gabungan Kodam Jaya menangkap karyawan berinisial AN dan pemilik Toko More berinisial IM. Mereka digelandang karena dianggap menjual kaos berlambang palu arit di Blok M Square dan Blok M Mall, Jalan Melawai Kebayoran Baru, Jakarta Minggu (8/5).
Namun setelah diselidiki, lusinan kaos yang disita polisi ternyata merupakan cover album band metal asal Jerman Kreator.
Baca juga:
Ketua MPR mengaku anaknya pernah pakai kaus bergambar palu arit
Luhut minta aparat selektif menindak pengguna atribut palu arit
Pria gondrong pemakai kaos palu arit di Malang dikenakan wajib lapor
Marak isu kebangkitan PKI untuk jegal penuntasan kasus HAM 1965
Fakta-fakta ini buktikan penjual kaos palu arit tak terkait PKI
Marak atribut palu dan arit dianggap sebagai ajang adu domba