Marak atribut palu dan arit dianggap sebagai ajang adu domba
Merdeka.com - Maraknya atribut melambangkan Partai Komunis Indonesia (PKI), bergambar palu dan arit, tengah menjadi perhatian khusus pemerintah. Mereka menganggap kondisi ini dilakukan pihak tertentu untuk mengadu domba.
"Atribut itu harus diselidiki sumbernya, harus hati-hati apa motivasinya. Yang kami catat motivasinya untuk mengadu domba. Belum tentu orang yang memakai atribut dia tahu," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (10/5).
Untuk mengatasi masalah ini, Tjahjo mengaku telah melakukan koordinasi dengan kepolisian hingga Badan Intelijen Negara (BIN). Terutama untuk mengetahui apa motivasi maraknya penyebaran atribut bergambar palu dan arit.
Menurut Tjahjo, penyebaran atribut PKI hanya ramai di media sosial. Banyak masyarakat Tanah Air tidak sungkan memakai kaus dengan gambar palu dan arit.
"Orang yang memakai atribut sesuatu, belum tentu dia membuat sendiri atau membeli tapi dipakai orang lain," ujarnya.
Masalah maraknya atribut PKI juga serupa dengan maraknya organisasi massa atau ormas. Banyak ormas di tingkat paling bawah kerap mengganggu kedaulatan hingga stabilitas nasional.
Maka dari itu, dirinya sudah meminta khusus kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membantu memberangus ormas dengan latar belakang tidak jelas.
"Ormas yang mengganggu kedaulatan negara dan stabilitas nasional, sekecil apapun ormas itu walaupun hanya di tingkat kota/kabupaten. Kalau sudah membahayakan menyangkut stabilitas dihentikan," terangnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya