LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bikin orderan fiktif, 5 sopir Grab di Bali ditangkap polisi

Lima sopir Grab dilaporkan ke Polda Bali oleh perwakilan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab). Kelimanya ketahuan membuat order fiktif hingga menyebabkan Grab mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

2018-02-23 11:12:21
Penipuan
Advertisement

Lima sopir Grab dilaporkan ke Polda Bali oleh perwakilan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab). Kelimanya ketahuan membuat order fiktif hingga menyebabkan Grab mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Perwakilan Grab, Iwan Restu Ary menyebutkan, terungkapnya kasus ini setelah perusahaan mendeteksi melalui sistem aplikasi bahwa beberapa mitra kerjanya melakukan penyelewengan terhadap rute yang telah ditetapkan perusahaan.

Kelima sopir masing-masing berinisial HC (32), ANS (37), PW (21), AS (23) dan AR (27). Mereka menggunakan aplikasi fake GPS (GPS palsu).

Advertisement

"Fake GPS sengaja dipasang dengan tujuan melakukan routing map atau memanipulasi rute perjalanan. Sehingga Grab mengalami kerugian materil hingga ratusan juta rupiah," ucap Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Anom Wibowo, Jumat (23/2).

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku juga menambahkan aplikasi pendukung lain seperti Zuper, Magisk, Xposed, Installer, Disable Service, Root Explorer dan Imei Chager. Aplikasi tersebut diperoleh dari jaringan yang saat ini tengah diburu petugas.

"Setelah aplikasi diperoleh, mereka kemudian menyebar atau istilahnya memasang tuyul di beberapa titik yang ramai penumpang. Jadi yang terbaca dalam sistem Grab seolah-olah mereka dapat order dan membawa penumpang, padahal tidak ada," jelas Anom Wibowo.

Advertisement

Dalam sehari, masing-masing pelaku mengaku mendapat bonus hingga ratusan ribu dari perusahaan Grab karena memperoleh order. Sedangkan Grab harus menelan kerugian atas order fiktif yang dilakukan para pelaku selama empat bulan terakhir.

Ketika disinggung adanya keterlibatan pihak perusahaan Grab karena kasus ini hanya dipahami oleh ahli IT, Dirkrimsus menyatakan kemunginan itu ada dan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kasus-kasus seperti ini juga marak di Jakarta dan Makassar. Kita di Bali berhasil mengungkap kasus ini atas kerja sama Unit Cyber Crime dengan Team Cyber Troops Ditreskrimsus Polda Bali. Mereka kita tangkap, Rabu (21/2)," tutup Anom Wibowo.

Baca juga:
Jalankan order fiktif, 8 driver Grab di Medan ditangkap polisi
Target IPO tahun depan, Uber jual bisnis di kawasan Indonesia dkk pada Grab
Uber dilaporkan jual seluruh aset Asia Tenggara ke Grab
Sewa markas Rp 10 juta perbulan, begini aksi driver Grab layani order fiktif
Driver Grabcar lakukan order fiktif, sebulan dapat Rp 20 juta
Grab dukung aturan anyar taksi online, harap situasi tetap kondusif

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.