BGN Resmi Tutup Kemitraan MBG, SAS Institute Dorong Audit Transparansi Program
Sony belum menjelaskan secara rinci alasan utama di balik penutupan portal kerja sama dengan mitra dapur MBG.
Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menutup portal kemitraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 6 November 2025. Kebijakan ini dikonfirmasi oleh Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, melalui keterangan pers yang disampaikan kepada media.
Dalam pernyataannya, Sony belum menjelaskan secara rinci alasan utama di balik penutupan portal kerja sama dengan mitra dapur MBG.
Sementara itu, berdasarkan target yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, BGN ditugaskan membentuk 30.000 dapur Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, menurut data yang disampaikan Sony, capaian baru mencapai 8.471 dapur, atau kurang dari 30% dari target nasional.
SAS Institute Soroti Transparansi Pengelolaan MBG
Menanggapi penutupan portal tersebut, Abi Rekso, Sekretaris Eksekutif Said Aqil Sirodj (SAS) Institute, menilai kebijakan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG.
Abi menyebut telah banyak laporan masyarakat terkait dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan program. Jika benar terjadi secara sistematis, praktik tersebut, menurutnya, dapat mengarah pada dugaan penyimpangan anggaran.
"Program MBG ini memiliki tujuan yang sangat baik, tetapi akan sulit mencapai hasil maksimal jika masih ada oknum yang menyalahgunakan kewenangan. Karena itu, sudah saatnya lembaga penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan menelusuri lebih jauh dugaan penyimpangan dalam program ini," ujar Abi Rekso.
Ia menambahkan, adanya dugaan pungutan liar juga dapat menjadi salah satu faktor munculnya berbagai persoalan di lapangan, termasuk insiden keracunan massal yang sempat mencuat dalam pelaksanaan program MBG.
Dorongan untuk Penegakan Hukum
Abi Rekso meyakini bahwa keputusan penutupan portal kemitraan MBG dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo, sebagai langkah awal pembenahan sistem di internal BGN.
"Presiden Prabowo pasti ingin memastikan program MBG berjalan bersih, transparan, dan sesuai tujuannya untuk meningkatkan gizi masyarakat. Kami percaya bahwa penegakan hukum akan segera dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan kepercayaan publik," pungkasnya.