Berikut daftar bidan dan klinik penerima vaksin palsu
Sebelumnya sudah ada 14 daftar rumah sakit yang dirilis Menkes sebagai penerima vaksin palsu.
Menteri Kesehatan Nila Juwita F Moeloek mengungkap 6 nama bidan dan 3 klinik yang menerima vaksin palsu. Hal tersebut dia sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR.
Selain Nila, dalam RDP ini hadir juga Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Kemudian ada perwakilan BPOM, PT Bio Farma, IDAI, dan Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu.
"Diperoleh bukti ada 14 RS dan Bidan yang sudah kami lampirkan dan distributor R mendapatkan keterlibatan terhadap Sari bidan. Sampai saat ini 14 RS yang sudah menjadi tersangka, termasuk direktur rumah sakit yang sudah mendapatkan penawaran vaksin via email," kata Nila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7).
Menurut Nila, kronologi temuan vaksin palsu dan berdasarkan perkembangan penanganan perkara, awalnya ditemukan karena adanya kelangkaan vaksin tertentu yang bukan program pemerintah. Ditemukan vaksin tertentu dengan harga yang relatif murah.
"Ditemukan pengepul botol bekas di 3 RS ini, kemudian dikumpulkan saudara S, I dan E. memberikan kepada produsen dan ada yang membuat percetakan. Pengepul memberikan kepada distributor, kami memberikan ke Kabareskrim, sudah dibuka inisial T ini," tutur Nila.
Menurut Nila, semua fasilitas kesehatan yang melakukan pengadaan vaksin di luar pemerintah akan diberikan teguran dan diserahkan ke Bareskrim untuk penelitian lebih lanjut. Jika terbukti akan diberikan sanksi sampai dengan pencabutan izin.
"Terhadap oknum akan diberikan sanksi administratf sampai dengan pidana," ungkapnya.
Berikut daftar 6 bidan dan 3 klinik yang menerima vaksin palsu:
1. Bidan Lia, KP Pelaukan Sukatani, Cikarang, suplier: Juanda CV Azka Medika
2. Bidan Lilik, Perumahan Graha Melati, Tambun, suplier: Juanda CV Azka Medika
3. Bidan Klinik Tabina, Perumahan Sukaraya, Sukatani Cikarang, suplier: Juanda CV Azka Medika
4. Bidan Iis, Perumumahan Seroja Bekasi, suplier: Juanda CV Azka Medika
5. Klinik DR Dafa, Baginda Cikarang, suplier: Juanda CV Azka Medika
6. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur Sukaresmi, Cikarang, suplier: Juanda CV Azka Medika
7. Bidan M. Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur, suplier: Kartawinata alias Ryan.
8. Klinik Dr. Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat. suplier: Seno, modus: tersangka menawarkan vaksin dengan cara memberikan price list harga.
Baca juga:
Ini daftar 14 rumah sakit yang edarkan vaksin palsu
Raker dilanjutkan, DPR desak menkes ungkap RS penyedia vaksin palsu
Menkes sebut 4 fasilitas pelayanan kesehatan pakai vaksin palsu
Soal vaksin palsu, PPP dukung Komisi IX DPR bentuk Pansus
DPR akan desak Bareskrim ungkap RS penyedia vaksin palsu
Anggap tak penting, Desmond tolak vaksin palsu dibuatkan pansus
Komisi IX DPR desak Menkes cabut izin dokter terlibat vaksin palsu