Berbaju Kuning Bertuliskan Tahanan Militer, Penampakan Prajurit TNI Rekonstruksi Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Kegiatan rekonstruksi tersebut dilakukan oleh Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya.
Penyidik menggelar rekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Jakarta. Adalah MIP, seorang kepala cabang yang diculik di sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Kejadian itu terjadi pada 20 Agustus 2025, sekira pukul 14.00 Wib.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budhi Hermanto mengatakan, kegiatan rekonstruksi tersebut dilakukan oleh Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya.
"Betul, rekonstruksi perkara pembunuhan kepala cabang BRI oleh Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya," kat Budhi kepada wartawan, Senin (17/11).
Pantauan merdeka.com, dalam rekonstruksi ini juga turut dihadiri dari pihak TNI yang memakai seragam loreng hingga baju safari yang bertuliskan Polisi Militer, Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), Kejaksaan Agung dan sejumlah orang lainnya.
Sedangkan, tersangka dari unsur sipil, mereka terlihat mengenakan pakaian tahanan berwarna oren. Sedangkan, terduga pelaku dari unsur TNI menggunakan pakaian berwarna kuning yang bertuliskan tahanan militer.
Kegiatan rekonstruksi ini digelar di depan gedung Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, dengan juga menampilkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Ada 17 Tersangka
Sebelumnya, Polisi telah menangkap sebanyak 17 orang tersangka atas kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang bank di Jakarta yang berinisial MIP.
Diketahui, korban lebih dulu dilakukan penculikan dan kemudian dibunuh di sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025, sekira pukul 14.00 Wib.
Belasan tersangka yang sudah diamankan itu yakni berinisial C alias K, DH, AAM, JP, E, REH, JRS, AT, EWB, MU, DSD, AW, EWH, RS, AS. Lalu, dua lainnya yakni Kopda FH dan Serka N.
Motif Para Tersangka
Dalam kasus itu, ada sejumlah fakta yang sudah dirangkum merdeka.com. Salah satunya yakni terkait motif para tersangka melakukan aksinya.
"Motif dari para pelaku melakukan perbuatannya, yaitu para pelaku atau tsk berencana untuk melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening yang telah dipersiapkan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/9).