Bentrok Maut Warga di Tallo Makassar, Gubernur Sulsel dan Wali Kota Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku
Insiden itu menewaskan satu orang warga dan tujuh rumah dibakar.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pemerintah provinsi telah mengambil langkah cepat dan terukur terkait pecahnya perang antar kelompok di wilayah utara Kota Makassar. Insiden bentrokan awarga Kampung Sapiria dan Borong Taipa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Selasa (18/11) itu menyebabkan tujuh rumah terbakar serta menelan satu korban jiwa diduga tertembak senapan angin.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk mengambil tindakan terukur. Harap warga menahan diri dan tidak mudah terprovokasi," kata Andi kepada wartawan.
Gubernur Sulsel Minta Aparat Tindak Tegas
Andi juga menekankan pentingnya upaya bersama antara pemerintah daerah dan aparat keamanan demi mencegah konflik susulan serta menjaga kestabilan keamanan di Makassar. Menurutnya, tindakan cepat harus dilakukan agar situasi tidak melebar dan memicu kerusakan yang lebih besar.
Selain memastikan langkah-langkah penegakan hukum berjalan, Andi juga meminta aparat untuk mempertebal patroli serta memberikan perlindungan penuh kepada warga yang terdampak. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak, terutama warga di wilayah tersebut untuk menahan emosi serta menyerahkan penanganan situasi kepada aparat.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami tidak ingin ada lagi korban jatuh. Pemerintah akan hadir untuk memastikan kondisi kembali stabil,” ujar Andi.
Warga Diminta Tahan Diri
Hal senada disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Appi sapaan akrabnya bergerak cepat melakukan koordinasi menangani persoalan gangguan keamanan yang terjadi di wilayah utara Makassar.
"Saya sudah lakukan koordinasi terbatas, dengan pihak kepolisian, termasuk ke Pak Dansat Brimob serta TNI, untuk memastikan orang-orang yang terlibat itu ditindak," ujar Appi.
Appi menegaskan bahwa tindakan kriminal yang terjadi tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditindaklanjuti. Apalagi hingga menelan korban dan merugikan pihak lain.
"Karena tindakan tersebut sudah merupakan kejahatan, jadi harus diproses lebih lanjut lagi. Saya tegaskan, saya sampaikan, dan saya bicara bahwa ini harus cepat diatensi dengan serius," tandasnya.