Benteng Palasari Sumedang Menuju Cagar Budaya Nasional, Kemenbud Siapkan Riset Komprehensif
Kemenbud serius mendorong Benteng Palasari Sumedang menjadi cagar budaya nasional, menyiapkan riset komprehensif untuk mengungkap sejarah dan potensi wisata situs bersejarah ini.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) secara aktif mendorong penetapan Benteng Palasari di Sumedang, Jawa Barat, sebagai cagar budaya nasional. Upaya ini dilakukan melalui riset mendalam terhadap situs bersejarah tersebut untuk mengungkap seluruh aspek pentingnya. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya riset sebagai tahap awal yang krusial untuk memahami sejarah benteng secara komprehensif. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan ke Sumedang pada hari Sabtu, 17 Januari, menandai dimulainya inisiatif pelestarian. Riset diharapkan dapat menguak detail pembangunan dan fungsi benteng.
Penetapan status cagar budaya nasional ini tidak hanya bertujuan melindungi situs, tetapi juga mengembangkan Benteng Palasari Sumedang sebagai destinasi wisata budaya. Pemerintah Kabupaten Sumedang, melalui Bupati Dony Ahmad Munir, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Kemenbud. Kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat edukasi dan ekonomi bagi masyarakat.
Riset Mendalam untuk Penetapan Status Cagar Budaya
Kemenbud berencana segera melakukan riset lanjutan terhadap Benteng Palasari. Penelitian ini akan mencakup proses pembangunan benteng yang diperkirakan berdiri pada awal 1914. Fokus riset juga akan membahas fungsi awal benteng serta berbagai fenomena historis yang terjadi di lokasi tersebut.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa riset ini penting untuk memahami secara utuh nilai historis Benteng Palasari. "Tentu kita harus melakukan satu riset terkait dengan benteng ini, bagaimana proses pembuatannya, peruntukannya, dan apa yang terjadi di sini," jelasnya. Hasil riset akan menjadi dasar kuat untuk pengajuan status cagar budaya nasional.
Harapan besar diletakkan pada riset ini agar Benteng Palasari dapat diakui sebagai cagar budaya nasional. Pengakuan ini akan memastikan perlindungan hukum dan upaya konservasi yang lebih terstruktur. Selain itu, status nasional akan meningkatkan profil situs di mata publik dan dunia.
Potensi Benteng Palasari sebagai Destinasi Wisata Sejarah
Benteng Palasari memiliki struktur bangunan yang kuat, terdiri atas delapan benteng dengan posisi ruang yang beragam. Struktur ini diperkirakan dibangun pada awal tahun 1914, menunjukkan ketahanan arsitektur pada masanya. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Potensi Benteng Palasari untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya sangat besar. Dengan narasi sejarah yang kuat dan literasi yang memadai, situs ini bisa menjadi pusat edukasi dan rekreasi. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah lokal dan nasional melalui pengalaman langsung.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap Benteng Palasari dapat menjadi "satu tempat wisata budaya, wisata sejarah yang hidup dengan narasi yang kuat dan literasi yang kuat." Pengembangan ini akan melibatkan penataan area, informasi edukatif, serta promosi yang efektif. Transformasi ini akan memberikan nilai tambah bagi pariwisata Sumedang.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Situs Sejarah Lain di Sumedang
Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut baik inisiatif Kemenbud untuk melestarikan Benteng Palasari. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan kesiapan Pemkab untuk mendukung penuh upaya ini. Komitmen ini selaras dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda.
Pelestarian dan pengembangan cagar budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah Sumedang. Bupati Dony menyatakan, "Pemerintah Kabupaten Sumedang, insyaa Allah, siap untuk terus memelihara dan menjaga situs ini, sekaligus menjadikannya sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Sumedang, di samping sebagai destinasi wisata.” Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Selain Benteng Palasari, Menteri Kebudayaan juga menyoroti situs sejarah penting lainnya di Sumedang. Situs Gunung Kunci, dengan benteng yang dibangun pada tahun 1917, serta Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien, juga memerlukan perhatian serupa. Kemenbud berencana menjadikan Makam Cut Nyak Dien sebagai cagar budaya nasional di masa depan.
Sumber: AntaraNews