BBM naik, Kapolda Jabar instruksikan Kapolres lakukan pendekatan
Ihwal aksi demonstrasi, dia juga meminta tetap melakukan pengamanan secara persuasif.
Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan menginstruksikan Kapolres atau Kapolrestabes untuk melakukan pendekatan kepada elemen masyarakat yang berpotensi berbuat nekat pasca-pengumuman kenaikan BBM bersubsidi.
Selasa (18/11) tepat pukul 00.00 WIB, BBM resmi dinaikkan oleh Presiden Jokowi, dimana premium dari Rp 6.500, menjadi Rp 8.500, sedangkan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.
"Saya sudah instruksikan supaya pejabat utama (Kapolres atau Kapolrestabes) melakukan sosialisasi dan pendekatan intensif kepada elemen masyarakat yang berpotensi berbuat hal-hal yang dapat mengganggu situasi kamtibmas," kata Iriawan, Selasa (18/11).
Dia juga mengingatkan kepada polisi di setiap wilayah untuk tetap melakukan antisipasi dengan penempatan anggota dalam pengamanan terbuka atau tertutup disetiap SPBU.
"Kepada para Kasatwil, agar melakukan kontrol," terangnya.
Ihwal aksi demonstrasi, dia juga meminta tetap melakukan pengamanan secara persuasif. "Terhadap penanganan aksi unras buruh yang menuntut UMK atau KHL, lakukan upaya mediasi dan koordinasi dengan dinas terkait," tegasnya. Hal itu untuk menghindari menghindari tindakan arogansi.
"Kepada anggota yang bertugas mengamankan unjuk rasa tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan siapapun, tidak arogansi," terangnya.
Baca juga:
Jokowi sudah naikkan BBM, PDIP tetap salahkan pemerintahan SBY
Organda usul tarif angkutan umum Jakarta naik Rp 1.000-Rp 1.500
Soal kenaikan BBM, Adian mengaku pusing sedangkan Rieke bungkam
Respons pasar saham tanggapi kenaikan BBM cuma sementara
BBM naik, sopir angkot minta pemerintah keluarkan tarif baru
Harga BBM naik, kendaraan CC rendah bakal laris manis
BBM naik, pedagang di Medan tunggu harga dari produsen