Soal kenaikan BBM, Adian mengaku pusing sedangkan Rieke bungkam
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Para politikus PDIP yang dahulu gencar menolak kenaikan BBM dan mengecam pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bungkam ditanya soal itu.
Adian Napitupulu salah satu orang yang paling keras mengkritik SBY dulu karena menolak kenaikan BBM. Bahkan Adian yang belum jadi anggota DPR sampai datang ke paripurna pembahasan APBN yang memutuskan kenaikan BBM era SBY dulu.
Kini teriakan lantang Adian tak lagi terdengar setelah menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP yang notabene bagian dari pemerintah. Dia menolak untuk membahas kenaikkan BBM ini.
"Aduh lo jangan nanya yang susah-susah dong sama gue. Pusing kepala gue," ujar Adian di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/11).
Ketika diingatkan aksinya dulu mengecam kenaikan BBM karena melawan neoliberal di pemerintah SBY, Adian juga tak mau komentar. Dia langsung masuk ke ruang rapat Fraksi PDIP hanya dengan melempar senyum dan lambaikan tangan.
Begitu juga dengan Politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka yang menolak kasih komentar. Rieke bahkan sempat memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM di era SBY dulu.
Kini Rieke diam seribu bahasa ketika dimintai komentarnya saat Presiden Jokowi memutuskan menaikkan harga BBM. Rieke langsung masuk ke ruang rapat tanpa beri komentar sedikitpun.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya