Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Respons pasar saham tanggapi kenaikan BBM cuma sementara

Respons pasar saham tanggapi kenaikan BBM cuma sementara Bursa Saham. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK resmi menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), terhitung mulai hari ini Selasa (18/11). Pasar saham merespon positif kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang selama ini dinilai telah menyandera akselerasi pemerintah.

Head Of Research MNC Securities Edwin Sebayang melihat, respons positif tersebut hanya bersifat sementara. Kenaikan harga BBM bakal mengerek inflasi lebih tinggi.

"Kalau menurut saya lebih ke jangka pendek. Sifat logisnya begitu. Nanti kan inflasi naik. Kayaknya ini hanya euforia. Ini kan dialihkan ke infrastruktur. Ini kan belum ada penjelasan infrastruktur yang mana. Menurut saya ini hanya bersifat sementara," ujar Edwin kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (18/11).

Menurut dia, ada sentimen yang lebih besar ketimbang kenaikan harga BBM subsidi yaitu pertumbuhan ekonomi global yang masih akan mempengaruhi pergerakan pasar saham terutama perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Jadi pergerakan ekonomi global juga bakal mempengaruhi indeks. Ini berbanding terbalik dengan respons kenaikan harga BBM yang kecil," kata dia.

Seperti diketahui, harga BBM subsidi resmi dinaikkan sebesar Rp 2.000 per liter. Untuk itu, harga BBM jenis premium menjadi Rp 8.500 per liter dan harga BBM jenis solar menjadi Rp 7.500 per liter. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP