Bawaslu Sebut 20 Daerah Jadi Titik Rawan Covid-19 di Pilkada 2020
Dari daftar IKP Pilkada 2020 diterima, data per Juni 2020, terdapat 20 daerah tercatat kerawanan terkait pandemik tertinggi.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020. Hasilnya, ada 20 daerah menjadi titik kerawanan Pilkada 2020 dengan kerawanan pandemi Covid-19.
"Pada pemutakhiran kali ini, Bawaslu memasukkan konteks pandemik yang kita alami beberapa bulan ini. Pandemik ini memang sangat memengaruhi penyelenggaraan Pilkada," kata Anggota Bawaslu, Afifuddin lewat keterangan tertulis, Selasa (23/6).
Dari daftar IKP Pilkada 2020 diterima, data per Juni 2020, terdapat 20 daerah tercatat kerawanan terkait pandemik tertinggi.
Seperti Kota Makassar, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Karawang, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sijunjung dan Kota Sungai Penuh.
Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kota Banjarbaru, Kota Ternate, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, Kota Semarang, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Melawi.
Sebagai informasi, tahapan Pilkada 2020 sudah dimulai sejak pertengahan bulan ini. Kemudian besok, tahapan verifikasi faktual akan dimulai terhadap dukungan calon perseorangan.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Mendagri Yakin Pandemi Covid-19 Bakal Tekan Isu SARA di Pilkada 2020
Bawaslu Beberkan Data Daerah Rawan Saat Pilkada Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Elektabilitas Kalah Dari Gibran, Purnomo Serahkan Keputusan Rekomendasi ke DPP
Mendagri Minta Kepala Daerah Segara Cairkan Anggaran Pilkada 2020
Solo Raya Polling: Gibran-Purnomo Diduetkan, Kesuksesan Jokowi-Rudy Bisa Terulang
Solo Raya Polling: Elektabilitas Purnomo Turun Akibat Manuver Pengunduran Diri
Solo Raya Polling: Gibran 55 Persen, Purnomo 35 Persen